Halaman

Senin, 24 Oktober 2011

Tak Sebaik yang Kamu Pikir

“Jadi dia pacar kamu, ya? Pantes akhir-akhir ini kamu ilang-ilangan.” tanya ku kepada Arya yang diam saja setelah ada suara perempuan yang mengangkat telepon dan mengaku sebagai pacarnya.

“Iya gue pacarnya. Lo siapanya Arya sih? Nanya-nanyain Arya mulu” sambar perempuan yang suaranya ku kenal di awal telepon.

“Oh, kebetulan gue pacarnya Arya juga,” jawabku dengan nada santai namun memberi kesan menjengkelkan.

“hah? Sejak kapan? Arya itu pacar gue. Gue udah 3 bulan pacaran sama dia. Tau gak lo? Hah?” jawab perempuan disebrang telepon yang tersulut emosinya.

“Sis, gue udah setahun setengah pacaran sama dia. Dan yang pasti lo Cuma jadi selingkuhannya. Mana Arya? Lo gak sopan, gue butuh ngomong sama Arya. Kasih cepetan Hp-nya ke Arya.”

“OGAH, tut...tut... tut..” Jawab perempuan itu singkat lalu mematikan teleponnya. Oke, yang aku tahu sekarang adalah Arya selingkuh.

***

Dua hari setelah kejadian itu, Arya tidak ada kabarnya. Namun hari ini tiba-tiba ia menelpon.

“Hallo Rani, maafin aku. Gak ada maksudku untuk selingkuh. Aku hilaf maafkan aku Rani. Aku janji akan segera memutuskannya. Kamu mau kan maafin aku?” dengan nada yang terburu-buru dan menyesal Arya melanjutkan omongannya. “Kemarin aku berpikir untuk memutuskan memilihmu, kamu yang terbaik. Kamu yang tahu aku dari dulu, sangat amat mengerti aku, dan Manda tidak sepertimu.”

“Arya, sudahlah. Dengan kamu memilih untuk selingkuh sudah mengartikan kalau aku banyak kekurangannya, maka kamu mencari pelengkap ke.. maaf siapa nama perempuanmu itu?"

“Manda.” Sambar Arya

“Iya, itu. Jadi aku bukanlah yang terbaik untukmu, ya.” Jawabku menenangkan Arya

“Maaf membuatmu sakit, Ran. Aku janji dalam beberapa waktu dekat ini akan ku putuskan Manda.” Ucap Arya yang meyakinkanku.

“Ya sudahlah terserah dirimu. Aku lagi ada janji nih sama temen-temen butuh hiburan. Nanti saja lah telepon lagi.” Lalu ku matikan saja telepon genggamku dan langsung di non-aktifkan.

“Telepon dari siapa, beb?” tanya lelaki berbaju berwarna hitam yang bertuliskan ‘she is mine’ membawa pesanan makanan aku dan dia.

“Dari temen, beb. Tapi sayang, hape ku lagi lowbat” ucapku santai.

“Oh bagus deh kalau begitu, tidak akan ada yang mengganggu perayaan satu tahun kita, aku mau kamu seharian sama aku.” Ujar Angga yang menggenggam tanganku erat dengan lengkungan senyum teramat manis.


Slama ini aku pun mendua
Tapi kau tak tahu sayang
Pikirmu kau yang menyakitiku
Bukan bukan kamu sayang
S'lalu ku bilang
Aku tak sebaik kau pikir
Tak pernah ku nantikan kamu
Ku cinta kamu bukan berarti Ku tak mendua
Sayang kau nilai aku salah

Lagu: Potret - Salah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar