Halaman

Rabu, 11 Maret 2015

Double Bahagia

wuuum... udah lama gak nulis blog..
membaca beberapa tahun lalu memang isian puisi akan kegalauan..halaahh..

late post sih sebenernya.. tapi pengen banget ditulis biar terkenang buat baca-baca lagi. hehe... berawal dari postingan iseng saya di FB lalu di like salah satu teman sekelas saya, dia ketua kelasnya saat saya SMP kelas 1 dan 3. iseng saya sapa karna udah lama juga lah ya.. lulus 2003, sapa dia tahun 2014.. lamanyaaa..

skip lah ya..

pendek cerita karena candaan saya yang diseriusin sama dia. Dan sama-sama pengen berkomitmen serius buat nikah entah terasa begitu aja pacaran (berasa ABG). rasanya sih gak percaya gitu, dan temen-temen SMP pun gitu pada kaget. gak nyangka aja.. mereka aja begitu kaget apa lagi kita.. indah ya skenario Allah itu..

psst.. waktu jaman cinta-cinta monyet gitu sih huumm... emang naksir sih sama dia. hehe.. sayang.. saya gak brani buat deket-deket, biasa lah ya gadis ingusan tahun 2000. bukan anak SMP yang jaman sekarang yang gak risih nyatain cinta atau deket-deket ma cowo. Dulu sampai mutusin cinta monyet saya yang baru jalan 3 bulan. hahaha.. cinta monyet jaman dulu cuma berani ngobrol lewat telepon rumah. gak berani ketemu :p oke skip

Dulu, saya bilang gini, "gue gak mau cari pacar lagi kalo dia jadi pacar gue nanti" haha anak kecil loh ya ngomong kaya gitu. tapi akhirnya sayanya nyerah.. dia terlalu populer dan saya apalah.. hanya gadis ingusan yang duduk dipojokan :(

cuma bisa natap dia dari kejauhan dan denger beritanya aja. setelah lulus ternyata dia pacaran sama temen sebangku saya waktu kelas 3. skip..

7 bulan berkomitmen alhamdulillah.. 8 maret.. ulang tahun saya.. dia bawa keluarganya untuk melamar yeay.. dan insha allah gak lama dari itu jadi istrinya..
subhanallah...

Rahasia Allah gak ada yang tahu, jangan hawatir urusan jodoh seperti di surat an-naba ayat 8
Dan Kami telah menciptakan kamu berpasang-pasangan.
tapi ada juga sempat ketuker sama temen sebangku, iya ada :p

 Lamaran
 kue ultah
Bahagianya Double aakk..

ok.... tinggal ngurusin undangan n souvenir... berkas KUA
tenda dekor baju n rias udah tinggal nentuin maunya kaya gimana
catering.. serahin ke mamah..
seserahan, udah nyicil dari januari..
mas kawin juga udah, moga moga bisa ditambah katanya klo ada rezeky
tes kesehatan sebelum menikah,,, ini yg bikin galau. takut sih tapi biaya yang gede
kata temen "yakin aja sama Allah. semoga dipermudah dan cepet punya momongan"

trus kuliah S2 nya? ya tetep lanjut.. baru masuk semester 2, ipk belum tahu.. :p

ya Allah moga dipermudahkan jalannya untuk menjadi halal :)

Sabtu, 12 Juli 2014

Puisi dan Kamu

Jika puisi menurut mu sebagai pengantar asa maka sudah kah asaku tersampai padamu?
Jika puisi sebagai doa, maka tak pernah lelah puisiku panjatkan kepada Maha Indah
ku memuji yang Maha Kuasa pemilik dirimu
setiap stanza doa menyebut namamu
begitu sempurnanya ciptaan Maha Indah pelengkap hidup

ah, mungkin sudah lembaran puisi kubuat untuk mu
mungkin dapat kurajut tiap lembarannya menjadi penghangat duniamu.

kita memang memahami satu itu kita
lalu tak pernah mengenal kata perpisahan
tak pernah tahu arti berpisah
dan memang tak ingin seperti itu
dua dalam satu

kamu tahu bukan, aku menginginkamu, titik.
ku peluk lengan mu erat
tangan yang selalu membantu menutup telingaku dari buruknya masa lalu

cinta pun tak mampu berhenti
rasa yang aneh dalam dada ini menjerat
menuntunku terus untuk bersama
matamu yang sendu saat punggungmu ku usap
selalu mengisi betapa kamu mencintaiku dengan sangat

kamu pun juga tahu, aku membutuhkanmu, titik.
kamu layaknya metamfetamin dalam tubuh
candu pembuat debar jantung terhebat
candu penenang dari setiap gundah
candu pembuat euforia
candu yang membuatku hangat

jadi apa ini termasuk puisi?
padahal indahmu belum cukup terwakilkan di sini


Tangerang, 2 Januari 2014




Melepas

Langit pagi, tak pernah ada yang menikmati
Pekerja dengan kesibukannya
Aku dan pelukan hangatku
Kamu dengan tidur manjamu

Ingatan dikosongkan karna sepenuhnya milikmu
Tubuhku tercuri dirimu yang hidup kekal di sana utuh
Tubuh yang sedang belajar menangis tanpa air mata
Tubuh yang setiap degupan jantungnya memanggil namamu

Sayup-sayup wangi senja di pantai tercium
Getar debur ombak dan riuh camar
Aku sering pergi ke pantai membisikan pikiran dan perasaanku
Kepada pasir yang tak pernah teraih
Kepada senja yang indah dan berlalu begitu cepat


Tangerang, 16 Febuari 2014
dalam kamar pengap akan rindu.

Selasa, 08 Juli 2014

Pengingat

Rasanya kangen sekali merangkai kata di sini, sayangnya terlalu asik hanya membaca.

Banyak kejadian yang sebenarnya ingin dituliskan, sebagai pengingat untuk saya di masa depan. untuk saya bisa terus bersyukur akan hidup, akan karunia Allah yang beri untuk saya. 

1. 
Sudah hampir 2 tahun dengan seseorang yang menemani hidup saya, mendengarkan segala cerita saya. Pria terbaik dalam hidup saya. Pria termanis. Meski alam tak mendukung dan waktu terlalu sempit bagi kami, saya percaya pertemuan kami bukanlah hal yang tidak diniatkan Tuhan. Saya nyaman, sangat nyaman. Hingga mungkin suatu saat nanti kita akan beradu tabah.

2.
Semenjak bertemu dengan pria tersebut, hidup menjadi lebih semangat untuk meng-upgrade diri. Tahun ini saya melanjutkan studi magister, ya walau di swasta. karena jujur untuk ke universitas negeri pada saat itu saya tak sanggup membiayai sendiri. Terlebih saat musibah menimpa keluarga kami. Tapi lagi-lagi saya percaya, segala sesuatu sudah direncanakan Tuhan, untuk saya lebih baik, untuk keluarga saya yang jauh jauh lebih baik dan kompak lagi dalam menghadapi masalah.

3.
Di terimanya saya bekerja di SMA Negeri kota. suatu kebanggaan. syukur alhamdulillah walau hanya menghonor, setidaknya bisa membantu keluarga saya. ya.. ya.. ya.. tapi saya agak sedikit sedih.. cobaaa waktu itu saya daftar S2 negeri, kalau dengan menghonor di sekolah negeri sih insha allah bisa biaya sendiri hehe.. ya gak apa lah ya..sama aja..

4.
Saya galau, iya setelah ditrimanya saya di SMA negeri itu, saya jadi galau. kenapa? ya karna sebelumnya mengajar di sebuah yayasan dan sistem kontrak. Loh terus dimana galaunya? jadi saya saat ngomong ke yayasan bahwa saya tidak ingin dikontrak lagi, orang yayasan tanya alasannya. saya jelaskan. Lalu yah yah yah.. ada kalimat yang menurut saya lumayan hum hum..
"terserah ibu mau mengajar di sana atau di sini tapi ibu tidak akan bisa mengajukan sertifikasi" 
padahal saya ambil keduanya.
"ya kalau mau mengajar di sini silahkan tapi jangan sakit hati saat kami tidak mudah untuk memberi tanda tangan kelancaran sertifikasinya" ih wow sekali kan..
ya walau dipojokan, justru saya jadi semangat, untuk lulus belajar, bisa lulus cpns tahun ini kayanya suatu kado untuk orangtua. 

ya kenapa hidup harus menjadi cpns, ya itu untuk orang tua. untuk saya pun sepertinya. karena kalo tidak lulus, lalu ada peserta cpns matematika lulus dan di tempatkan di sekolah negeri yang saya bekerja, otomatis saya harus lapang dada untuk keluar dari sekolah tersebut. yah yah yah.. hihihi..

Pasrah, berdoa, dan berusaha belajar lagii..
Allah pembuat skenario yang indah untuk umatnya. 

Sekali lagi saya percaya, Allah memberi ujian untuk umatnya selalu bersyukur dan mengingat-Nya, lalu meminta yang terbaik. Maka hal-hal baik akan datang sebagai pembahagia. Apalagi yang tanpa harus diberi ujian tetapi selalu berdoa dan memohon. Semoga Allah melimpahkan segala karunia dan anugrah-Nya. Amin.

Dan mari kita tidur..

:)


Jumat, 04 Januari 2013

Hai kamu..

Hai kamu,
Iya kamu,  mungkin sedang tersenyum melihat tulisan ini dengan tempo detakan jantung yang tak beraturan. Kita sih selalu menyebutnya “deg-degan”. Kita selalu begitu, bukan? Bukan maksudnya detakan jantung yang biasa mengangkut darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh. Ini beda, ada kandungan lain di dalam darahnya. Ada nama aku dan kamu di masing-masing arterinya. Yang selalu membuat detakannya berbeda, yang selalu membuat rasa “meleleh” dalam dada. Rasanya hangat, berdesir kuat melambungkan rasa.

Hai kamu,
Iya kamu. Yang mungkin sedang menebak-nebak apa lagi yang akan aku tulis untuk kamu. Iya aku ingin menuliskan sesuatu yang sebenarnya lebih dari sebuah kata, lebih indah dari pelangi setelah hujan, lebih indah dari menatap langit di malam hari yang penuh dengan bintang, aku ingin menuliskan kamu, iya kamu. Cuma kamu. Tapi terkadang setiap ingin menuliskan terlebih menjelaskan ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan, dada ini rasanya sesak tapi menyenangkan. Aku lebih suka menatapmu dari pada berkata-kata—walau gambarmu yang tak jelas.

Hai kamu,
Iya kamu, yang sudah membuat senyum dalam wajahmu sepanjang membaca tulisanku ini. Hehehe.. pede sekali aku ini. Tidak apa ya, sesekali rasa percaya diri itu perlu bukan? Sama hal nyaseperti percaya pada hubungan aku dan kamu ini akan baik-baik saja. Kamu memang takut hubungan ini berujung menyedihkan, aku pun begitu. Tapi Tuhan akan  memudahkan segalanya pada seseorang yang mau berusaha. Terlebih niat kita baik.

Kamu-ku, kita punya mimpi, bukan? Mimpi bersama. Mimpi untuk bertemu dan meleburkan rindu dalam satu pelukan. Meski sebenarnya rindu itu tidak akan pernah hilang walau berjarak pelukan. Kita juga punya mimpi, duduk berdua di beranda rumah menatap senja, menikmati krincing gantungan pintu yang tertiup angin. Tangan kita saling berpautan. Saling bertukar debar. Kita juga punya mimpi, hidup bahagia meski hanya makan nasi dan telur mata sapi. Kita punya mimpi jalan-jalan berdua, bermain kembang api berdua, hanya aku dan kamu serta bertambahnya waktu kita akan berjalan-jalan dengan keluarga kecil kita yang akan kita penuhi dengan kasih sayang. Kita punya mimpi yang indah, kita masih ingin bersama, menua bersama, kita harus berusaha wujudkan semua. Jangan biarkan mimpi itu hanya menguap begitu saja.

Jadi, sayang...
Janganlah takut untuk saling mencintai begitu sangat dengan segala kemungkinan terburuk yang kita punya. Tapi lihatlah kita juga bisa membuat kemungkinan lebih indah dari saling mencintai. Kita bisa. kita mampu. Dan kita saling mencintai.

"I have loved you  a thosand year, I'll love you for a thousand more"

*diposkan juga di sini

Minggu, 02 September 2012

Cinta Pandangan Pertama

   “sial, telat”
Aku bergegas masuk ke theater dengan membawa popcorn di tangan kiriku dan tiket di tangan kananku. Karena asik jalan-jalan sendiri mengitari mall aku tak sadar waktu 30  menit begitu cepat berputar.

   “E 13” pikirku coba untuk mengingat karena lampu theater ini baru saja digelapkan. Sengaja aku pilih tempat di tengah karena jauh dari orang yang berpacaran, iya aku belum punya pacar semenjak 2 tahun lalu dikecewakan, hati pun mati rasa. Entah menjadi orang yang sulit jatuh cinta.

   “hmm, L, K, I, H, G, F, dan yup E.” Ucapku riang dalam hati mencari lokasi tempat duduk dalam kegelapan. Perlu melewati 2 orang untuk mendapati posisi tempat dudukku.

    “Tapi, tunggu. Kok ada orangnya ya?” kembali ku lihat tiket di tangan kananku namun sesaat kemudian  telepon genggamku berdering. Gawat lupa di-silent. Kurogoh handphoneku di dalam saku sembari berjalan saja aku ke bangku disebelahnya yang kosong yang berarti E 15.  Namun kakiku tersandung dan aku terjatuh tapi pria E 14 memegangiku, jika tidak aku tersungkur kelantai. Spontan ku lontarkan maaf padanya dan segera duduk namun senyumnya mengalihkan pandangku untuk sekian detik menatapnya. Tapi handphone ku tak henti-hentinya berdering.

   “hallo” bisikku saat mengangkat telepon

   “lo di mana, cha? Jadi nontonnya?” suara perempuan yang tak asing bagiku. Dia adis, sahabatku.

   “jadi, lo sih susah bener diajakin sih.” Jawabku datar

   “makanya punya cowo dong hahaha.” Adis tertawa puas

   “sial, ish. Udah ah gue mau nonton dulu” langsung saja ku tutup teleponnya dengan jengkel

Kurapihkan posisi dudukku, menatap sedih melihat popcornku yang hampir tertumpah semua akibat terjatuh tadi. Untung saja filmnya belum mulai, baru iklan-iklan film yang akan segera datang. Namun teringat dengan pria disebelahnya.

   “eh maaf ya tadi, tapi makasih juga udah ditolongin” aku menatap pria itu yang wajahnya yang tampan terpantulkan cahaya layar film. Seperti adegan slowmotion dia pun menoleh pelan.

   “oh iya gak apa-apa, lagi buru-buru ya?” jawabnya dengan suara yang mengingatkan aku kepada artis Vino G. Bastian. Dan entah lagi-lagi senyumnya itu manis dan memakukanku sesaat.

   “eh iya, ini tadi aku bingung ada yang duduk di tempat dudukku terus ada telepon, lengkap deh.” Jawabku sembari merasa aneh, entah hanya memandangnya mengapa seperti ada yang menguap dalam perutku.

    “oh emang kamu duduk nomer berapa? Ya sudahlah bangkunya kosong ini kan. Kamu nonton sendiri?”

   “oh iya ya aku nonton sendiri, kamu?” jawabku cepat dengan segera menenangkan jantung yang sedari tadi berdegup kencang.

    “aku juga, eh filmnya udah mulai tuh.” Lagi-lagi senyumnya dan aku hanya menganguk-angguk.

Aku jatuh cinta kepadamu
Saat pertama bertemu

Aku menonton film dengan perasaan tidak karuan. Selama pemutaran film sedikit kita mengomentari filmnya.

   “abis ini kamu mau ke mana?” tanyanya saat film usai

   “oh makan mungkin.”

   “eh sama, yuk bareng. Aku juga sambil nunggu  temen nih.” Jawabnya santai

  “uhm okay.” Entah wajahku terasa panas, ada desiran pelan menuju hatiku.

Setibanya di sebuah cafe aroma kopi pun langsung terhirup segar. Pria itu  memilih tempat duduk di lantai dua caffe ini yang tidak begitu ramai, Kini pria itu duduk tepat di depanku. Aku tersenyum menatapnya sembari mencoba menjelajahi setiap sudut caffe ini, hanya ada pelayan yang lalu lalang namun dia tiba-tiba tertawa kecil.

    “Heh kamu sadar gak sih, kita jalan gini tapi belum kenalan.” Aku pun baru tersadar kalau kita memang belum berkenalan. Aku terlalu sibuk untuk menenangkan hati.

   “oh iya ya, bodoh. hahaha.” sambil menepuk keningku aku tertawa lepas bersamanya, lalu aku mengulurkan tanganku.

      “aku Icha” ku coba berikan senyuman termanisku

     “hei Icha, aku Rio. Senang berkenalan denganmu.” Balasnya dengan senyum menggoda khasnya. Entah aku spontan mencubit perutnya seperti sudah akrab sekali.

Kita pun berbincang tentang dia dan pekerjaannya sambil menunggu temannya. Aku seperti terbangun dari mati suriku akan cinta. Aku benar-benar jatuh cinta setelah sekian lama tak merasa ini. Aku pikir cinta pada pandangan pertama itu hanya ada di FTV dan menertawakan setiap adegan-adegan yang sepertinya tidak mungkin untuk orang bisa secepat itu jatuh cinta.

Tidak lebih dari sejam kita mengobrol asik temannya pun datang. Pria tinggi bersih yang tampannya tidak jauh beda dengan Rio. Namun ada hal yang mengherankan, saat bertemu dengan temannya ini ada tatapan yang beda.

   “Oh iya Andri, ini Icha. Icha ini Andri.” Rio yang mencoba memperkenalkan aku dengan temannya itu. Aku berdiri dan mengulurkan tanganku namun “GLETAK” handphoneku jatuh tapi kuabaikan saja dahulu.

    “Eh iya, aku Icha.” Jawabku canggung karena melihat tatapan Andri yang sepertinya tidak suka melihatku.

   “aku Andri” jawabnya singkat. Dan kami semua duduk kembali. Andri dan Rio, dua pria tampan yang duduk di depanku

   “tinggal di mana Andri? Maaf ya mau ambil handphoneku dulu.” Aku bertanya sambil membukukan badanku mencoba meraih handphoneku di bawah meja. Belum juga dijawab oleh Andri tiba-tiba pandanganku yang tertuju pada handphone putihku teralihkan pada dua orang yang saling menggenggam tangan.

    “Ya Tuhan, ternyata mereka...”

Oh mungkin, hanya keajaiban Tuhan
Yang bisa jadikan hambanya yang manis
Menjadi milikku



Ditulis untuk meramaikan #30harilagukubercerita
Terinspirasi dari lagu Kasidah Cinta – Dewi dewi