Halaman

Selasa, 08 Juli 2014

Pengingat

Rasanya kangen sekali merangkai kata di sini, sayangnya terlalu asik hanya membaca.

Banyak kejadian yang sebenarnya ingin dituliskan, sebagai pengingat untuk saya di masa depan. untuk saya bisa terus bersyukur akan hidup, akan karunia Allah yang beri untuk saya. 

1. 
Sudah hampir 2 tahun dengan seseorang yang menemani hidup saya, mendengarkan segala cerita saya. Pria terbaik dalam hidup saya. Pria termanis. Meski alam tak mendukung dan waktu terlalu sempit bagi kami, saya percaya pertemuan kami bukanlah hal yang tidak diniatkan Tuhan. Saya nyaman, sangat nyaman. Hingga mungkin suatu saat nanti kita akan beradu tabah.

2.
Semenjak bertemu dengan pria tersebut, hidup menjadi lebih semangat untuk meng-upgrade diri. Tahun ini saya melanjutkan studi magister, ya walau di swasta. karena jujur untuk ke universitas negeri pada saat itu saya tak sanggup membiayai sendiri. Terlebih saat musibah menimpa keluarga kami. Tapi lagi-lagi saya percaya, segala sesuatu sudah direncanakan Tuhan, untuk saya lebih baik, untuk keluarga saya yang jauh jauh lebih baik dan kompak lagi dalam menghadapi masalah.

3.
Di terimanya saya bekerja di SMA Negeri kota. suatu kebanggaan. syukur alhamdulillah walau hanya menghonor, setidaknya bisa membantu keluarga saya. ya.. ya.. ya.. tapi saya agak sedikit sedih.. cobaaa waktu itu saya daftar S2 negeri, kalau dengan menghonor di sekolah negeri sih insha allah bisa biaya sendiri hehe.. ya gak apa lah ya..sama aja..

4.
Saya galau, iya setelah ditrimanya saya di SMA negeri itu, saya jadi galau. kenapa? ya karna sebelumnya mengajar di sebuah yayasan dan sistem kontrak. Loh terus dimana galaunya? jadi saya saat ngomong ke yayasan bahwa saya tidak ingin dikontrak lagi, orang yayasan tanya alasannya. saya jelaskan. Lalu yah yah yah.. ada kalimat yang menurut saya lumayan hum hum..
"terserah ibu mau mengajar di sana atau di sini tapi ibu tidak akan bisa mengajukan sertifikasi" 
padahal saya ambil keduanya.
"ya kalau mau mengajar di sini silahkan tapi jangan sakit hati saat kami tidak mudah untuk memberi tanda tangan kelancaran sertifikasinya" ih wow sekali kan..
ya walau dipojokan, justru saya jadi semangat, untuk lulus belajar, bisa lulus cpns tahun ini kayanya suatu kado untuk orangtua. 

ya kenapa hidup harus menjadi cpns, ya itu untuk orang tua. untuk saya pun sepertinya. karena kalo tidak lulus, lalu ada peserta cpns matematika lulus dan di tempatkan di sekolah negeri yang saya bekerja, otomatis saya harus lapang dada untuk keluar dari sekolah tersebut. yah yah yah.. hihihi..

Pasrah, berdoa, dan berusaha belajar lagii..
Allah pembuat skenario yang indah untuk umatnya. 

Sekali lagi saya percaya, Allah memberi ujian untuk umatnya selalu bersyukur dan mengingat-Nya, lalu meminta yang terbaik. Maka hal-hal baik akan datang sebagai pembahagia. Apalagi yang tanpa harus diberi ujian tetapi selalu berdoa dan memohon. Semoga Allah melimpahkan segala karunia dan anugrah-Nya. Amin.

Dan mari kita tidur..

:)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar