Halaman

Tampilkan postingan dengan label naeLife. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label naeLife. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2015

Double Bahagia

wuuum... udah lama gak nulis blog..
membaca beberapa tahun lalu memang isian puisi akan kegalauan..halaahh..

late post sih sebenernya.. tapi pengen banget ditulis biar terkenang buat baca-baca lagi. hehe... berawal dari postingan iseng saya di FB lalu di like salah satu teman sekelas saya, dia ketua kelasnya saat saya SMP kelas 1 dan 3. iseng saya sapa karna udah lama juga lah ya.. lulus 2003, sapa dia tahun 2014.. lamanyaaa..

skip lah ya..

pendek cerita karena candaan saya yang diseriusin sama dia. Dan sama-sama pengen berkomitmen serius buat nikah entah terasa begitu aja pacaran (berasa ABG). rasanya sih gak percaya gitu, dan temen-temen SMP pun gitu pada kaget. gak nyangka aja.. mereka aja begitu kaget apa lagi kita.. indah ya skenario Allah itu..

psst.. waktu jaman cinta-cinta monyet gitu sih huumm... emang naksir sih sama dia. hehe.. sayang.. saya gak brani buat deket-deket, biasa lah ya gadis ingusan tahun 2000. bukan anak SMP yang jaman sekarang yang gak risih nyatain cinta atau deket-deket ma cowo. Dulu sampai mutusin cinta monyet saya yang baru jalan 3 bulan. hahaha.. cinta monyet jaman dulu cuma berani ngobrol lewat telepon rumah. gak berani ketemu :p oke skip

Dulu, saya bilang gini, "gue gak mau cari pacar lagi kalo dia jadi pacar gue nanti" haha anak kecil loh ya ngomong kaya gitu. tapi akhirnya sayanya nyerah.. dia terlalu populer dan saya apalah.. hanya gadis ingusan yang duduk dipojokan :(

cuma bisa natap dia dari kejauhan dan denger beritanya aja. setelah lulus ternyata dia pacaran sama temen sebangku saya waktu kelas 3. skip..

7 bulan berkomitmen alhamdulillah.. 8 maret.. ulang tahun saya.. dia bawa keluarganya untuk melamar yeay.. dan insha allah gak lama dari itu jadi istrinya..
subhanallah...

Rahasia Allah gak ada yang tahu, jangan hawatir urusan jodoh seperti di surat an-naba ayat 8
Dan Kami telah menciptakan kamu berpasang-pasangan.
tapi ada juga sempat ketuker sama temen sebangku, iya ada :p

 Lamaran
 kue ultah
Bahagianya Double aakk..

ok.... tinggal ngurusin undangan n souvenir... berkas KUA
tenda dekor baju n rias udah tinggal nentuin maunya kaya gimana
catering.. serahin ke mamah..
seserahan, udah nyicil dari januari..
mas kawin juga udah, moga moga bisa ditambah katanya klo ada rezeky
tes kesehatan sebelum menikah,,, ini yg bikin galau. takut sih tapi biaya yang gede
kata temen "yakin aja sama Allah. semoga dipermudah dan cepet punya momongan"

trus kuliah S2 nya? ya tetep lanjut.. baru masuk semester 2, ipk belum tahu.. :p

ya Allah moga dipermudahkan jalannya untuk menjadi halal :)

Jumat, 04 Januari 2013

Hai kamu..

Hai kamu,
Iya kamu,  mungkin sedang tersenyum melihat tulisan ini dengan tempo detakan jantung yang tak beraturan. Kita sih selalu menyebutnya “deg-degan”. Kita selalu begitu, bukan? Bukan maksudnya detakan jantung yang biasa mengangkut darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh. Ini beda, ada kandungan lain di dalam darahnya. Ada nama aku dan kamu di masing-masing arterinya. Yang selalu membuat detakannya berbeda, yang selalu membuat rasa “meleleh” dalam dada. Rasanya hangat, berdesir kuat melambungkan rasa.

Hai kamu,
Iya kamu. Yang mungkin sedang menebak-nebak apa lagi yang akan aku tulis untuk kamu. Iya aku ingin menuliskan sesuatu yang sebenarnya lebih dari sebuah kata, lebih indah dari pelangi setelah hujan, lebih indah dari menatap langit di malam hari yang penuh dengan bintang, aku ingin menuliskan kamu, iya kamu. Cuma kamu. Tapi terkadang setiap ingin menuliskan terlebih menjelaskan ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan, dada ini rasanya sesak tapi menyenangkan. Aku lebih suka menatapmu dari pada berkata-kata—walau gambarmu yang tak jelas.

Hai kamu,
Iya kamu, yang sudah membuat senyum dalam wajahmu sepanjang membaca tulisanku ini. Hehehe.. pede sekali aku ini. Tidak apa ya, sesekali rasa percaya diri itu perlu bukan? Sama hal nyaseperti percaya pada hubungan aku dan kamu ini akan baik-baik saja. Kamu memang takut hubungan ini berujung menyedihkan, aku pun begitu. Tapi Tuhan akan  memudahkan segalanya pada seseorang yang mau berusaha. Terlebih niat kita baik.

Kamu-ku, kita punya mimpi, bukan? Mimpi bersama. Mimpi untuk bertemu dan meleburkan rindu dalam satu pelukan. Meski sebenarnya rindu itu tidak akan pernah hilang walau berjarak pelukan. Kita juga punya mimpi, duduk berdua di beranda rumah menatap senja, menikmati krincing gantungan pintu yang tertiup angin. Tangan kita saling berpautan. Saling bertukar debar. Kita juga punya mimpi, hidup bahagia meski hanya makan nasi dan telur mata sapi. Kita punya mimpi jalan-jalan berdua, bermain kembang api berdua, hanya aku dan kamu serta bertambahnya waktu kita akan berjalan-jalan dengan keluarga kecil kita yang akan kita penuhi dengan kasih sayang. Kita punya mimpi yang indah, kita masih ingin bersama, menua bersama, kita harus berusaha wujudkan semua. Jangan biarkan mimpi itu hanya menguap begitu saja.

Jadi, sayang...
Janganlah takut untuk saling mencintai begitu sangat dengan segala kemungkinan terburuk yang kita punya. Tapi lihatlah kita juga bisa membuat kemungkinan lebih indah dari saling mencintai. Kita bisa. kita mampu. Dan kita saling mencintai.

"I have loved you  a thosand year, I'll love you for a thousand more"

*diposkan juga di sini

Senin, 27 Agustus 2012

Satu Orang Galau, Dua, Tiga Orang Terpengaruhi

Di suatu bimbingan belajar, kelas intensif menghadapi UN SMP yang seminggu lagi namun kelas sudah mulai tak kondusif dan bersemangat belajar. Isna, guru bidang studi Matematika di salah satu bimbingan belajar.

“Oke, assalamu‘alaikum, selamat malam.” Sapa Kak Isna yang baru memasuki ruangan yang berisikan 12 siswa.

“wa‘alaikumsalam. malam.” Jawab siswa serentak. Beberapa langsung memperbaiki posisi duduknya, sebagian yang lain masih asik mengobrol dan Tentor—panggilan untuk guru les—melihat sekeliling dan tersenyum.

“oke, yuk kita mulai belajarnya. Ini pertemuan terakhir kita, jadi kakak hanya akan membahas sesuatu yang kalian belum paham. Hingga saat ini di Matematika materi apa yang belum kalian mengerti?”

“kak, saya bingung yang ada modal awal, modal akhir terus ditanya bunga dalam berapa bulan gitu. Itu gimana ya caranya?” tanya Bima

“Oh itu aritmatika sosial ya? Oke jadi contohnya kalau.....” kak Isna menjelaskan dengan santai lalu sambil melihat sekeliling yang mulai ribut.

“Ini masa kakaknya ngejelasin masih aja rame, ayo dong perhatikan. Coba itu kamu yang dipojokan udah jangan mainan hape aja.”

“Syifa lagi galau kak, baru putus dia.” Celetuk Adit sambil tertawa dan diikuti oleh teman-temannya.

“Ah diem lu, dit” sergah Syifa sambil memasukan hape-nya

“Kak, saya suka bingung belajar Matematika.” Lanjut Syifa

“Bingung kenapa?” tanya tentor Isna dan mengernyitkan dahinya.

“Kita belajar matematika tapi kok tidak ada penerapan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dalam suatu hubungan.” Jawab Syifa dengan memasang wajah polos dan sepertinya patut dikasihani.

“Ada kok.” Kak Isna menanggapi.

“Masa kak? Buktinya saya belum pernah menemukan contoh soal bagaimana menyelesaikan permasalahan jika modal awalnya adalah cinta dan mendapat bunga-bunga kehidupan yang indah tapi modal akhirnya yang saya terima selalu menerima kepahitan.” Syifa yang memasang ekspresi datar itu membuat satu kelas pun tertawa.

“Jrit, Syifa galau klimaks.” Sambar Ghozi.

“Eh tapi bener ya kak, kita belajar Matematika penerapan pada kehidupan sosialnya terlebih pada kehidupan asmara itu tidak ada.” Fitri pun ternyata ikut-ikutan.

“Contohnya kita belajar Peluang. Tapi kita tidak diajarkan mendapatkan Peluang yang kita hitung atau kita cinta. Mentok-mentok di Peluang Harapan.” Lanjut Fitri sambil cengengesan.

“Eh eh eh, kok jadi galau semua gini?” Kak Isna memukul-mukul papan tulis untuk menghentikan keributan di dalam kelas.

“Udah yuk kak kita ngobrol aja, bosen belajar melulu.” Keluh Syifa

“Kok gitu? Udah jadi mana lagi yang ingin ditanyakan lagi?”

Eka yang duduk di depan langsung membuka kertas dihadapan Tentor Isna dan membacakan soal matematika yang menurutnya membingungkan. “Ini kak, kalau ada soal seperti, suatu pekerjaan direncanakan 30 hari dengan 15 pekerja tapi baru dikerjakan 6 hari dan terhenti selama 4 hari. Jika pekerjaan itu diteruskan, berapa pekerja yang harus ditambahkan?”

Hening sesaat, terlihat kak Isna sedang berpikir. “Oh ini namanya perbandingan berbalik nilai, Ka. Jadi kamu tinggal mengalikan ini dan ini lalu hasilnya dikurangi sama pekerja awalnya.” Kak Isna menjelaskan di papan tulis dengan pelan-pelan.

“Kak, kalau soalnya gini kak. Jadi jika ada pacar yang selalu membandingkan pacarnya yang sekarang dengan mantannya itu masuk ke perbandingan apa kak?” Adit kembali cengengesan sambil melirik Syifa.

Kak Isna hanya menghela nafas dan melanjutkan mengajarnya mengenai Fungsi dan Pemetaan  namun tiba-tiba Adit celetuk. “Kak, kita belajar Fungsi dan Pemetaan tapi kok saya sudah nyoba memetakan hati saya ke dia kenapa tidak berfungsi mengubah pemikirannya?” Adit pun memberi cengirannya.

Kak Isna hanya mengusap-ngusap dahinya. “Aduh ini kalian menjelang UN jadi pada galau semua ya?”

“Kak, punya pacar?” Tanya Syifa

“Kenapa?” Kak Isna mulai curiga

“Umur kakak berapa?” Lanjut Syifa

“Ih kamu mauan deh, mau banget atau mau aja? 25 kenapa? Kamu punya kakak”

“yeay kakak. Cuma mau ingetin umur kakak aja sih kak. Kok aneh belum nikah kak?” Hening sesaat lalu siswa pun tertawa memecahkan keheningan. Kak Isna hanya  bisa menghela napas.

Kamis, 23 Agustus 2012

Semacam Renungan Aja

Saya punya Tuhan yang baik, Allah. Selalu mempertemukan saya dengan orang-orang yang memang direncanakan untuk belajar. Belajar segala hal, belajar ilmu bermanfaat, agama, bahkan belajar cinta dan kekeluargaan serta tegang rasa *kaya pelajaran PKN aja*. Ya walau hanya bertemu untuk jadi temen curhat atau mengenalkan lagi ke orang lain lalu mempertemukan saya dengan kerjaan baru saya, dengan jodoh saya mungkin. Gak ada yang sia-sia di dunia ini, begitu pun dengan pertemuan-pertemuan dengan orang lain. Meski kadang suka ngerasa “aduh gak kuat.” Sedih, galau, ngeluh sering saya ngalaminnya. Padahal kan Allah memberi ini semua cobaan buat saya makin dewasa. Maafin nae ya Allah.

Saya selalu merasa Allah itu orang tua saya. Tempat meminta sesuatu, seperti anak kecil yang meminta sesuatu kepada orangtuanya. Saya pernah meminta sesuatu ya yang mungkin salah, kalau diibaratkan itu anak kecil yang merengek ingin sesuatu, masih belum tahu apakah itu baik atau tidak tapi tetap merengek namun orangtua akhirnya memberikan agar si anak belajar. Istilahnya dalam psikologi jika ingin melarang sesuatu itu tidak boleh menggunakan “jangan” atau “tidak”. Tapi orangtua memberi penjelasan dahulu kenapa hal tersebut tidak boleh dilakukan, bahayanya apa. Namun kalo si anak ngeyel kan nanti disuruh nyoba aja, tapi dari jauh. Bukan berarti mempersilahkan anak  terjerumus ke jalan yang salah, gak begitu. Ya seperti itu, saya pernah meminta sesuatu dan mungkin itu salah lalu Allah memberikan petunjuk-petunjuknya untuk kembali ke jalan yang benar *asik kaya ustadzah aja*.

Ya, itu yang saya alami. Manusia kan selalu dihadapkan pada beberapa pilihan yang setiap pilihannya memiliki konsekuensi. Tapi saya percaya aja sama Allah. Apapun pilihannya nanti jika itu salah, Allah akan memberi petunjuk kok. Tapi saya tetep aja ya ngebandel gitu masih suka ngelanggar atau belum mengikuti ajaran sebenarnya dalam al-qur’an. Ya ada usaha kok buat lebih baik sih. Saya sayang Allah, terima kasih telah selalu menjaga saya dan hati saya juga iman saya yang naik turun gak jelas semoga semakin jelas dan mendekat kepada-Mu.



Bandung 01.05
23 Agustus 2012

Sabtu, 05 Mei 2012

Selamat Ulang Tahun, Kamu

Hey halo. Apa kabar kamu? Ya, aku harap kamu baik-baik saja. Dan sepertinya memang begitu. Seharusnya aku posting ini pada tanggal 30 April lalu, Cuma baru sekarang aku sempat menulisnya.

Hmm dari mana ya? Aku selalu bingung memulai dari mana jika ingin memulai percakapan denganmu. Mungkin terasa aneh, hampir satu tahun berlalu aku masih suka menuliskan hal-hal berhubungan denganmu, seperti tulisan ini. But I don’t care what people think about me, termasuk mungkin pemikiranmu yang menganggap aku belum move on. Seseorang tidak harus memiliki pacar dahulu untuk dikatakan dia sudah move on, bukan?

As the title of the post, I just wanna say Happy Birthday to you. Biasanya di pergantian hari, aku menelponmu lalu memberikan doa-doa terbaik untuk kamu. Aku ingat bagian terakhir dari doaku untukmu. “... Semoga kamu terus menyayangiku, dan makin sayang.” Ya sama seperti doa-doa para kekasihnya. Dan kamu menjawab “Amin amin, terus doakan aku ya. semoga.”

“Doaku dan sayangku menyertaimu”

Maaf ya, aku hanya bisa mendoakanmu dari sini. Semoga dengan bertambahnya usiamu sekarang kamu selalu terus semangat, jika ada kesulitan berdoalah dalam solatmu dan mendekatkan diri pada yang maha kuasa. Ayo mulai untuk rajin solatnya ya. Ini untuk kebaikanmu juga. Maaf jika dahulu mungkin caraku salah mengajakmu untuk ibadah lalu menjadi perdebatan kita karena aku ingin mencintaimu karena Allah.

Aku tak seperti kamu yang kreatif sekali memberikan kado video kata-kata romantis. Di saat aku sudah buat, scrapbook dan video untukmu. Tuhan berkehendak lain. Tidak apa, yang penting kamu bahagia. Bicara tentang bahagia, sepertinya kamu sudah beberapa kali mendapat pengganti aku ya. I glad to hear that. Listening a good news about you is a good thing about me. Seriusan.  Semoga dia mampu mengajakmu dalam kebaikan. Tidak dengan aku.

Aku selalu berharap kamu bisa mencapai apa yang kamu cita-citakan, mendapat apa yang kamu inginkan dan selalu didampingi dengan orang yang kamu sayang, pun keinginanmu yang menikah muda. You’re a nice person. Saya yakin kamu bisa, kamu dapat.



Untuk kamu yang ahli psikolog,

Terimakasih pernah menjadi psikolog pribadiku

Terimakasih pernah mencintaiku>

Terimakasih, dan

Selamat mengulang tahun kelahiran.

Minggu, 25 Maret 2012

Untuk Sebuah Nama di Media Sosial Online

Pagi itu saya terbangun dengan wajah memerah. Semalam saya mendapatkan mimpi indah. Di dalam mimpinya ada seorang pria—entah siapa—menyatakan perasaannya. Tapi saya jawab "nanti dulu, beri saya waktu". Sombong sekali saya ini. Namun penolakan saya ini bukan tidak beralasan karena hari ini saya akan bertemu pria yang saya memang dari dahulu ingin saya temui dalam dunia nyata. Siapa tahu dia ingin menyatakan perasaannya juga—tolong bangunkan saya dari hayalan ini.

Pria ini saya kenal di jejaring sosial facebook, kita berteman sejak Mei 2009. Tak ada yang menarik dari pertemanan kita. Layaknya teman facebook dan saya pun baru mengenal facebook. Jadi setiap orang yang add saya dan tampan—maklum saja 2009 saya masih ababil—langsung saya konfirm. Tapi hanya sebatas itu, tidak bertegur sapa. Dia hanya mengucap terimakasih dan kita menjalani kehidupan masing-masing di dunia facebook.

Saya memang suka mengintip facebooknya, melihat fotonya—tidak apa bukan mensyukuri dan memuji ciptaan Tuhan? Saya sadari saat itu memang masih genit, hehehe. Dan keadaan berubah saat dia menyapa saya di message FB.

"Mirna Ermawati." Pesannya

"Ya Ilan" *bukan nama sebenarnya :p

Lalu setelah kejadian itu dia pun mengajak saya beberapa kali chat, bergurau dan mengobrol hal-hal tidak penting. Saya ingat dia punya julukan untuk saya "ih na SERING deh"—Seru tapi garing.. Kejadian tersebut tepatnya terjadi pada tahun Agustus 2010. Dari situ kita mulai akrab, chat via YM, telepon dan webcam via YM—saat itu belum tau skype.

Ya mungkin karna terlalu intens suatu interaksi itu berakibat buruk pada hati, Hehe. Ya saya mulai suka, tapi langsung hancur karena dia baru saja "jadian" dengan seorang wanita manis keturunan arab. Yah "pedekate-nya sama siapa, jadiannya sama siapa". Memang sih jika dibandingkan dengan saya itu ya gak terlalu jauhlah. Ah tapi setiap orang punya kekurangan dan kelebihan.

Semenjak dia punya pacar, sedikit demi sedikit menarik diri. Terlebih saat dia selalu balas mention saya via DM di twitter. Ya katanya gak enak kalau pacarnya melihat. Ya sudah kalau begitu, dari situ saya gak kontak-kontakan, akhir Oktober 2010. Awal 2011 saya punya pacar dan dia baru putus, itu pun baru saya tau akhir-akhir ini.

Kini, kita menyambung silahturahmi. Dari saya yang entah ingin menyapanya. Lalu dia pun mengajak ketemuan, bukan di mall, di jalan atau suatu tempat tapi di rumah saya. Tidak dengan kendaraan umum tapi motor. Rumah saya dan tempat tinggalnya bisa dikatakan jauh. Dengan motor, waktu yang diperlukan itu sekitar 2.5 jam.

Ya, ada tamu dari jauh itu harus menyiapkan diri agar dia tidak kecewa, Hah XD. Dan dia pun datang dengan motor Revo hitam, berjaket hitam, bermata coklat lalu tersenyum. "Salaman dulu na" usai memarkirkan motornya.

Kaku, saya kaku. Saya yang biasanya aktif, bawel dan lebay tiba-tiba salting. Kalaupun saya sempat memendam rasa itu serasa terpanggil kembali. Senyumnya, cara bicaranya, walau terkesan baku—ya saya maklumi karena pekerjaan dia yang merangkap sebagai wartawan sekaligus manager marketing—tapi saya tetap terpesona dan meleleh.

Dia tiba pukul 3 sore. Berapa menit kemudian adzan. Dan kamu tahu dia langsung menanyakan kamar mandi. Oke, ini saya sedang bermimpi? Dulu saat pertama kenal dia, dia sempat mengatakan "buat apa solat? Kenapa harus solat." Sepertinya saya belum banyak mengenal dia. Atau memang banyak yang terlewatkan di sini.

Setelah dia solat dan saya masih salting, dia menanyakan ke saya,

"kamu lagi gak solat na?" Dan saya pun terbata-bata menjawab.

"Hmm.. uhm tadi kan ilan solat dulu, jadi gantian. Tadinya na mau solat bareng sama ilan, di imami oleh ilan, siapa tahu bisa jadi imam hidup na, seterusnya." Oke saya nyepiknya ini garing banget karena responnya hanya senyum—serasa ingin gali lubang karena malu *duh

Sebenarnya lebih banyak diam sih, obrolan ya standar-standar. Kerjaan, sosial media, agama, politik *serius*, kenaikan harga bbm, kehidupan dia, kuliah dia dulu, aktivitas sebagai GEMSOS. Pokoknya random dan begitulah. Saya senang melihat tatapan matanya yang antusias mendengarkan cerita saya namun saya agak kurang suka melihat seseorang menguap, itu kan salah satu kegiatan merasa bosan.

Hal saya ingat adalah,

"Saya sudah putus akhir 2010, dan hingga sekarang masih nyaman dengan keadaan seperti ini. Karena memilih untuk menjalani suatu hubungan itu tidak boleh asal, ada hati yang harus dijaga agar tak tersakiti atau tak sengaja tersakiti. Lagi pula pacaran banyak sekali tuntutannya sedangkan saya juga banyak tuntutan dari pekerjaan saya."

Jadi pada intinya dia belum mau pacaran *ngangguk-ngangguk. Lalu dia pun berkata lagi, kata-kata yang akan saya ingat,

"Dalam sosmed orang-orang menjadi memiliki banyak kepribadian, termasuk saya. Berbicara tentang masalah yang menarik perhatian followers dan pertemanan memudahkan saya mempromosikan media informasi online."

Dan siapa yang sedang berbicara dengan saya? Hmm pukul 17.45, ada yang mau pamit pulang. Cerita ini akan segera berakhir. Dia memakai sepatunya di teras rumah lalu saya berkata,

"Ada yang ketinggalan gak?"

"Gak ada kayanya." Sambil mengecek tiap saku di jaketnya.

"Yakin? Kayanya ada deh, hati aku ketinggalan di kamu." Oke ini saya garing banget karena lagi-lagi dengan datarnya dan senyumnya yang melelehkan saya itu hanya menjawab.

"Iya he." *tepok jidat, saya kaku, saya salting dan kamu datar. Pertemuan yang tidak mengesankan, tapi saya tetap terpesona :p

Yah setelah dia pulang melewati malam bersama mamah dan beliau pun berkata,

"Jadi, dia nembak kamu?" Saya yang mendengar itu langsung tertawa

"Ya gak lah mah, dia hanya anggap na teman."

"Lalu, menurutmu dia naksir kamu?"

"Hmm... Enggak hehe." Pertanyaan yang jleb.

"Yah sayang, padahal keliatannya dia baik banget, sopan, menjaga waktu solatnya, dan ganteng pula."

"Hah.. bukan jodohnya kali mah, mungkin ada yang lebih baik di luar sana." Menenangkan diri.

"Emangnya kamu udah lebih baik dari dia?" Tuh kan jleb lagi. Dan saya hanya bisa diam

Setelah 2 jam dari dia pulang, saya memberanikan diri untuk sms dia sekedar menanyakan apakah sudah sampai dan sudahkah makan. Sebelunya saya ini deg-degan banget karena saya bukan tipe perempuan sms duluan jika ada perasaan ke pria. Jawabannya baik tapi selalu singkat, 2 kali berbalas dan sms terakhirnya hanya mengirimkan 3 huruf "sip"

Tidak ada sesuatu hal positif merujuk ke arah sana sepertinya, bukan menyerah dan tidak mau berjuang hanya saja saya bukan seorang tipe perempuan aktif dalam pedekate, saya tidak cukup pengalaman dalam hal ini. Dan kini saya harus mengalah pada pria yang menyatakan cintanya semalam dalam mimpi tentunya. Ya mimpi, jadi tolong jangan bangunkan hingga jodoh saya benar-benar datang.


Tangerang, 11 Maret 2012

Dalam kebimbangan antara harus senang atau sedih.
******************************************************************************

Tangerang 25 Maret 2012

Berteman akrab dari 2010 namun sempat lost contact dan bertemu lagi 2012 and still FRIEND, saya mention-mentionan dengan dia hingga sekarang, saling balas gombalan tapi ya tetep datar. Sekarang sih gak berharap lebih—biar terlihat tegar aja sih—but Oke I'm stuck in FRIENDZONE

Ini ceritaku, apa ceritamu?

Minggu, 29 Januari 2012

Jatuh cinta dan Jodoh (semu)

Ingatkah kapan terakhir kamu jatuh cinta? Saya sedang mengalaminya sekaligus merasakan jatuh sakit karna cinta. Seseorang yang membuat saya benar-benar dibutuhkan (saat itu) dan saya pun merasakan cintanya (masih pada saat itu). Saya pernah berpikir, jodoh hingga aakhir usia itu orang yang benar-benar persis sama apa yang saya impikan atau melengkapi saya dengan segala kekurangan dan kelebihan (sekali lagi, pada saat itu).

Saya pernah bertemu dengan seseorang, kita punya banyak kesamaan entah dari segi musik, bacaan, pemikiran, kesukaan. Semua terasa mimpi menemukan dan memiliki seseorang seperti itu dan saya sangat bahagia (pada saat itu).

Pernahkah ada pria menyisihkan kulit ayam yang crispy buat kamu? Pernahkah ada pria yang menemanimu walau hanya via sms hanya untuk menyemangatimu? Pernahkah kamu tertawa atau tersenyum saat teringat akan dia? Pernahkah ada nyanyian kebangsaan? Atau ada panggilan lucu-lucuan? Ya begitulah indahnya jatuh cinta.

Pada saat itu, jatuh cinta. Saat dimana semua indah, saat rindu-rindu yang menyiksa pun masih terasa indah, menanti bertemu lalu saling mendekatkan dan mengobati rindu pada pelukan. Pernahkah merasa itu? Jatuh cinta pada saat itu, selalu tak pernah habis bercerita, bernyanyi, tertawa, dan melakukan hal yang menyenangkan bersama dia.

Sekarang, jatuh cinta. Saat dimana semua indah, mengingat kenangan bersamanya lalu entah seperti ada kupu-kupu di dalam perut terbang menuju dada lalu menjadi sesak karna rindu-rindu yang menyiksa tak lagi menjadi indah, tak ada lagi yang membuat rindu itu terobati dengan pelukan, mencintainya pun hanya mampu dalam diam.

Tuhan menciptakan orang-orang yang telah dipertemukan dengan saya dan kamu atau yang sedang menunggu waktu dipertemukan untuk saya dan kamu adalah mereka yang disebut jodoh. Masalahnya waktu kebersamaan saja yang akan menunjukan hingga kapan jodoh(semu) itu.

Semua orang yang telah dipertemukan oleh Tuhan dengan saya pun kamu adalah bukan suatu hal yang kebetulan atau suatu hal yang sia-sia. Mereka punya peran di hidupmu. Tuhan sudah merencanakan semuannya, dengan siapa saja nanti akan bertemu dan semua ada tujuannya, selalu ada hikmahnya.

Selasa, 15 November 2011

Waktu bukanlah jarak kita.

Kita sudah lama bersama. Kamu dan saya mempunyai ikatan yang kuat--ya memang seharusnya begitu. Namun, kesukaanmu dan saya, hobimu dan saya, kesibukanmu dan saya, menjauhkanmu dengan saya--saat itu.

Malam itu, saya pandangi wajah lelahmu saat terlelap. Mengingatkan segala hal tentang kamu. Saya ingat jarak kita dulu jauh, namun tidak menyurutkan cintamu. Jakarta - Bandung bukan masalah. Kamu mendatangi saya sekali atau dua kali dalam sebulan.

Saya ingat saat kamu datang dari jakarta setelah mungkin satu bulan tak bersua, kamu dengan boneka teddy bear hitam lucu yang hingga kini masih ada untuk saya jaga. Saya juga ingat saat jarak tak lagi menjadi masalah karena kita satu tempat tidak melunturkan cintamu dengan kejenuhan namun selalu memberi saya ice cream setiap hari.

Waktu berlalu, sayang saya ke kamu selalu sama begitu pula denganmu. Saya ingat caramu menyiapkan bekal untukku yang terlalu sibuk dan hingga melupakan makan.

"Ini buat kamu, dimakan ya." Ujarmu menyodorkan roti bakar tanpa isi, sengaja katamu agar badan saya tidak melebar.

"Saya mencintaimu" bathin saya.

Dan saya takut kehilanganmu, terlebih pada kejadian sebulan lalu. Kamu pulang dengan wajah memar dan luka juga darah yang terus menetes di dagumu.

"Tadi ditabrak dari kiri. Kata orang-orang sih langsung pingsan di tengah jalan. Lalu dibawa ke pinggir. Si penabrak kabur" Ujarmu yang masih menahan sakit

Ya Tuhan, saya peluk kamu, menangis dalam pelukmu.

"Tuhan, terimakasih masih menyelamatkannya."

Sayang saya ke kamu memang tak sebanding dengan apa yang telah kamu korbankan untuk saya. Kamu cape saya tahu, namun kamu selalu merasa ini adalah tanggung jawabmu. Walau tidak ada waktu lagi kita untuk sering bersama, seperti saat dahulu kamu menyempatkan waktu untuk menemani saya mengikuti lomba mewarnai dan hanya menggeleng-geleng kepala saat melihat warna awan saya yang hitam.

"Awannya kan sedang mendung. " Jawab saya enteng, kamu pun tertawa kecil.

Namun kejadian kecil seperti tawa yang tergelak saat kamu membonceng saya dan kita hampir saja terjatuh karena jok motor yang licin lalu tak henti-hentinya tertawa sepanjang perjalanan, itu sangat amat luar biasa indahnya.

Untukmu yang kini menghitam terbakar matahari, garis kulitmu menunjukan usiamu, untukmu yang selalu berkorban, untukmu. Ya untukmu yang mencintai keluarga kecilnya. Saya menyayangimu dengan sangat, Ayah.

Anakmu, Mirna.

Jumat, 11 November 2011

11.11.11

Suatu hari dalam satu tahun pasti saja ada angka-angka cantik. Tahun ini angka satu jadi dominan, 01.01.11 atau 11.11.11. Ada yang memilih untuk menjadikannya hari pernikahan, jadian, melahirkan, melamar, dan saya tidak dapat mendapatkan hal-hal itu.

Melahirkan? Suami saja belum punya. Dilamar? Menikah? Sama siapa? Jodoh saya masih senang bersembunyi dengan waktu. Jadian? Sama siapa pula? Tidak ada yang sedang dekat, jika ada pula pun itu memang ada tapi saya menghindari, tidak mau dengan pria yang sudah punya pasangan, ya walau bukan pasangan hidup dan janur kuning belum melengkung, sedapat mungkin saya tidak akan--jatuh--cinta. Pun Tuhan masih melindungi saya dari cap yang buruk.

Tapi sesuatu yang indah bukan hanya pada tanggal segitu, bukan? Saya setiap hari selalu mendapatkan kehangatan dan perhatian, dari anak-anak dibawah 11 tahun. Pekerjaan saya, walau hanya sebagai guru tapi selalu mendapat perhatian, pelukan, walau kadang saya memang harus tegas terhadap anak yang malas. Setidaknya ini semua buat saya belajar menghadapi keluarga kecil nantinya.

Menikah? Siapa sih yang tidak ingin menikah, tapi saya belum ingin sekarang. Masih banyak yang harus saya tuntaskan, saya persiapkan. Jikapun saya pernah berucap pada (mantan) pacar saya, "aku tidak sabar ingin segera menikah denganmu." Lalu mulai membicarakan hal-hal indah setelah itu, abaikan saja, jangan dianggap serius lalu membuatmu--pacar-saya-kelak--tertekan karena merasa diburu-buru. Karena kalimat itu hanya kalimat pengganti "aku ingin bersamamu, selamanya. Itu saja."

Tanggal cantik katanya lebih mudah diingat nantinya. Tapi bagi saya semua tanggal cantik, semua tanggal jadian dan putus dengan (mantan) pacar saya saja masih ingat--karena memang kurang dari 5 jari tangan. Siapa sih yang gak kan ingat dengan hari bersejarah dalam hidup? Tapi siapa pula yang gak pengen punya sesuatu yang unik? Menambah suatu hal untuk dikenang bukan?

Senin, 24 Oktober 2011

Malaikat Senja

Dan,
Aku masih saja merindukan sosok kamu pada senja di jembatan penyebrangan itu.
Tawamu menyeruak mengalun bagaikan nada bersama memori, membawa kenangan.

Seharusnya setengah tahun berlalu tanpamu aku sudah terbiasa.
Tapi kamu terlalu manis, pikiranku menolak untuk melakukannya; melupakanmu.

Kamu, sempurna.
Kamu malaikatku.

Membawaku ke sebuah surga kecil,
membuat hati tak lagi sunyi.
Kamu pemilik segala kerinduan hati yang bernyanyi.

Tahun ini kegembiraan dan kesedihan terjadi karenamu.
Ingin ku anggap ini adalah sebuah mimpi panjang tapi pipiku selalu saja sakit saat ku cubiti, terlebih hatiku.

Dan, pada akhirnya aku harus segera tersadar.
Kamu hanyalah milik senja
Entah senja yang di ufuk mana
Keindahanmu selalu abadi
Meski merah langit sendu menghampiri
Ku paksakan logika memahami
Bahwa Malaikat tak akan selamanya berada di bumi(ku).



Jumat, 14 Oktober 2011

#15 Quotes

Kita masih dibiarkan Tuhan untuk samasama bermain petak umpet, bukan aku yang bersembunyi lalu kamu mencari, tetapi kita samasama bersembunyi, samasama ingin mencari lalu Tuhan akan menyudahi permainan kita--aku dan kamu, jodohku--dengan mempertemukan kita di tempat penjagaan yang dinamakan 'tangan Tuhan'.
-@whynae (Mirna "Nae")

Harusnya saya dan kamu itu bersyukur, mendapat pekerjaan lalu membuatmu sibuk seharian namun diawal bulan berikutnya dapat imbalannya. Karena di luar sana masih banyak orang membawa map pergi lalu masuk ke beberapa tempat dan keluar tempat itu dengan sebuah harapan.
 -@whynae (Mirna "Nae")

Setiap orang punya kesempatan kedua. Mungkin kesempatanku padamu tidak untuk waktu dekat ini, melainkan setelah kita saling memperbaiki diri.
 -@whynae (Mirna "Nae")

#15HariMenulisBlog
#quotes

Kamis, 01 September 2011

Semoga Akhir ini Adalah Awal Memulai Hidup Baru

Malam ini pukul 1 dini hari, Bandung semakin dingin. Aku mengambil posisi sudut ruangan rumah nenekku. Ya, dekat stop contact. Sambil mengecharge hp, aku mengetik pada keypad, seperti biasa untuk bercerita. Sunyi, senyap, tempat ku suka untuk merenung. Dimana selalu merasa banyak suara dipikiranku dan menerima, lalu merenungkan.

Cinta, sebuah rasa untuk kamu yang mungkin masih di hati. Anggit, entah kenapa menjadi primadona dipikiranku, padahal sudah saatnya aku berhenti memikirkanmu saat kau telah melakukan terlebih dahulu, melupakanku.

Pernah kamu merasa merindu hingga menangis namun pikiran membuat suatu suara bantahan "untuk apa?". Tapi setidaknya aku ingin menyapamu, tapi sungguh berat, terlebih kamu seseorang yang mengambil ilmu psikolog, pasti tahu tujuan sms ku, aku kangen kamu.

"Hi, apa kabar?"

Sms terkirim. Tak bisa dibohongi saat bagaimana jantung lebih berdetak cepat saat mengirimimu sms sesingkat itu. Ya, dan bodohnya aku. Kebiasaanku yang selalu terbuka denganmu. Kamu menanyakan keadaanku yang sebenarnya aku tahu itu hanya basa basi mencairkan kondisi hati kita.

Semakin panjang smsku, kamu semakin malas untuk membalas. Ya aku terlalu terbuka, denganmu. Kamu menanyakan hidupku, pekerjaanku, anak-anak berkebutuhan khusus, lalu aku akan bercerita tiada henti. Dan 2 hari setelah kita bertukar cerita via sms, aku mengerti. Aku baru sadar sikap ku bercerita panjang lebar tentang segala hal yang berkaitan dengan pertanyaanmu hanya akan membuat kamu berpikir bahwa aku sedang menarik perhatian, menarik simpatimu tentang aku. Bukan, tolong jangan berpikir seperti itu. Aku hanya ingin berbagi, dan mungkin aku tidak tahu tempat.

Kamu tahu, karna tersadarnya aku itu, aku berjanji pada diriku sendiri. Tak kan ada cerita panjang lagi di smsku padamu, atau bahkan tak kan ada lagi sms untukmu. Aku takut kamu berpikir lain. Aku hanya ingin berubah, keluar dari bayang-bayangmu dengan menjadi temanmu. Tapi ternyata cara yang ku pilih salah. Lebih baik aku benar-benar harus menjauh, demi ketenanganmu, demi kebahagianmu, demi kamu.

Semoga tak ada lagi seseorang yang stalking di media sosialmu. Tak kan ada lagi surat seperti ini. Aku harus berhenti ketika waktu untuk kita pada saat itu terhenti. Berhenti berhayal bahwa kamu akan mampu dan sempat untuk membaca ini. Peratap, ya pasti pikirmu bilang seperti itu, seperti yang pernah kamu bilang langsung padaku.

Aku akan mulai hidup baru, bukan dengan sepi, tapi dengan keceriaan dan tawa polos anak-anak di sekolahku. Aku kubur cinta ini, meski sempat ada keyakinan yang kamu tanam di sini, namun hanya waktu yang bisa menjawab semua keraguan. Tuhan punya rencana, berharap kita dewasa.


Selamat tinggal Kenangan.

Senin, 29 Agustus 2011

Surat Untuk Tuhan

Dear Tuhanku
Aku menulis surat ini sebagai tambahan dari doa-doaku yang tidak pernah Engkau bosan untuk mendengarkannya. Tuhan, adalah aku yang terkadang tak menuruti perintahmu, namun selalu menuntut dikabulkannya doa-doaku. Adalah aku yang masih bersedih dan merasa tak adil saat semua cobaan ini adalah untuk kedewasaanku. Maafkan aku Tuhan.
Tuhan, Engkau maha tahu segalanya. Sesungguhnya pasti tahu apa dan mengapa aku ingin bercerita. Aku ingin bercerita tentang sosok malaikat yang Engkau berikan beberapa waktu lalu namun tak begitu lama ada disamping ku. Sosok pria yang selalu membuatku menangis karna bahagia. Tuhan, aku belum pernah bertemu dengan pria yang memperlakukanku selayaknya di dongeng-dongeng romantis, dan aku takut benar-benar takut saat itu, takut tak bisa membalas cintanya dengan sebanding, takut kehilangan cintanya.
Tuhan, masih ingat saat aku selalu menangis di setiap doaku tentang dia sesaat setelah ku bertemu dengan dia, aku takut dia tidak merasakan betapa aku menyayanginya, aku takut mencintai dia dengan cara yang salah. Aku yang terlanjur cuek karna orang-orang di masa laluku yang katanya cinta namun berhari-hari hilang entah kemana, seperti mau tak mau mencintaiku. Tapi dengan dia, matanya, suaranya, aku merasa, cinta. Hingga pada akhirnya dia pergi meninggalkanku, seperti terplanting jauh saat ku terbang dan sangat mencintainya lalu jatuh tersungkur dengan terbentur pada batu beberapa kali. Ya sepertinya perumpaan tersebut terasa berlebihan, tapi memang begitu sakitnya, Tuhan.
Tuhan, aku ingin dia. Oh bukan, aku ingin cintanya, sikapnya, aku mencintainya tanpa alasan dan tak memiliki alasan pula untuk meninggalkannya walaupun aku telah ditinggalkan terlebih dahulu. Ya, cinta membutakan pikiranku. Tuhan, aku tak meminta untuk dia kembali, karna pada akhirnya ini memang takdir yang harus aku lalui, mungkin aku akan bertemu lagi dengannya jika memang dia jodohku, dan mungkin (boleh aku berharap) orang seperti dia atau lebih menjadi orang yang akan ku lengkapi hatinya dan sebaliknya hingga senja nanti.
Tuhan, aku tau semua ini menunjukkan alur hidupku, di mana aku mulai menyukai blog, menyukai puisi lalu bertemu dia. Seperti aku diterima kerja di suatu lembaga bimbingan belajar lalu menemukan seseorang yang mengajakku bekerja di lembaga pendidikan islam yang memakai pendidikan multiple intelligence, sesuai skripsiku. Ya, seperti tersusun rapi Engkau buat. Bertemu anak-anak luar biasa membuatku ingin melanjutkan kuliah tentang psikologi, ya keinginan semenjak SMA namun Engkau ganti dengan mempertemukan ku dengan dia, seorang sarjana psikologi, dia memang malaikat yang Engkau berikan. Seseorang yang mampu berbagi rasa dan pikiran. Terimakasih telah memberikan kebahagiaanku hingga kini Anonim, lukaku adalah bekas kebahagiaan yang tak terkira. Terimakasih Tuhan untuk semua alur hidupku yang indah.

Hambamu.

Sabtu, 27 Agustus 2011

Patah Hati

Siapa yang Pernah Patah Hati? 

hayo hayo ngacung....

Kalo semua orang ditanya seperti ini, pasti pada nunjuk (hehe..) ya mereka pasti pernah mengalami, baik yang pernah pacaran atau belum pernah pacaran. Baik perempuan maupun laki-laki. Sakit, jelas. Yang berbeda hanyalah bagaimana waktu menyembuhkannya.

Mungkin ada perempuan berpikir, "ah cowo mah biasa aja klo patah hati. Beberapa hari kemudian kok bisa ya punya pacar lagi". Anggapan ini salah, mereka sakit, malah ada yang menangis dibawah shower (oke lebay hehe) cuma logika mereka lebih berjalan (semua cewe juga tau kale naa...).  Iya alasan saya disini klise, tapi ada juga loh laki-laki yang bener-bener kalo patah hati ya sakit banget (menurut pengamatan di jesos). Ada yang meluapkan rasa sakitnya di twitter dan fb (tipe extrovert) ada yang hanya dipendam (introvert) dan dilampiaskan dengan cara berbeda, baik positif (ngumpul-ngumpul sama temannya) maupun negatif (bikin strategi ngedukunin). Hehe yang terakhir becanda (eh tapi ada loh kan di berita-berita cewe dibunuh mantan pacarnya).

Kalo cewe yah pada tahu kan.. agak mendramatisir (oke termasuk saya) tapi tenang, gak semua seperti itu (takut dikeroyok oleh kaum sendiri). Ada yang ngeluh-ngeluh n marah-marah di jesos, jadi pengen *puk puk-in satu-satu klo liat status orang-orang di jesos (terlebih fb hehe), ada yang nangis berhari-hari sampe matanya bengkak ngalahin kantung matanya SBY (hehe..), ada yang curhat ke tiap temennya satu-satu yang  ketemu di jalan, dan ada yang bunuh diri (Oke kayanya negatif semua). Ya gak lah.. sama kaya cowo, cewe juga suka mengalihkan rasa sakit karna hatinya yang patah itu dengan jalan-jalan sama temen-temennya, ada yang shoping, sampai nyalon.

Sakit karena hatinya patah itu wajar. Yang namanya patah emang sakit, patah kaki, patah tulang, sampai vas bunga kesayangan nyokap patah juga bikin sakit, sakit hati di nyokap-nya karna barang kesayangannya dibikin patah juga si yang matahinnya, diomel-omel sama sang nyokap, but i feel something wrong sound words in here (masa vas bunga patah?). Hehe oke itu cuma perumpamaannya aja.

Cara mengatasi rasa sakit bisa berbagai cara, menulis dan membaca salah satunya (anak SD juga bisa kali na..). Beda loh, saat membaca, terlebih buku-buku positif ya jangan baca buku cara-cara menyantet mantan atau gebetan yang nolak kalian. Dalam membaca ada rasa tersupport, merasa "gue gak boleh gini terus" atau malah jadi terinspirasi untuk menulis. Bikin cerpen, puisi, sajak bagus-bagus bisa bikin buku terus diterbitin maka patah hati kita menguntungkan (Boleh lah berhayal positif seperti itu, dengan motivasi yang kuat pasti tercapai). Intinya sih sibukin diri aja, sampai gak da waktu buat mengenang masa lalu. Times will heal you!

"Kalo gak lupa-lupa gimana? Wajar gak sih?", kalo kata psikolog (bentar saya lupa namanya) hmm.. Ratih Ibrahim "wajar seseorang susah melupakan mantan, tinggal kontrol pikiran diri aja, doakan aja si dia (mantan pacar/mantan gebetan) dengan kebaikan, doain juga diri kamu semoga cepat sembuh dari patah hati kamu". Jadi intinya setiap manusia diberikan kekuatan untuk lupa kok, buktinya orang puasa aja kadang suka lupa malah minum (hehe..) atau lebih sering kita sering dilupakan menaruh sesuatu benda hingga kelagapan nyarinya (pas dibutuhin). Jadi kita bisa saja lupa sama kenangan, apa yang perlu diingat? Kan ga dibutuhin, kalopun masih mengingat berarti itu keinginan. Ya kaya si mantan yang udah mutusin, mereka lebih siap mengambil ancang-ancang untuk kehilangan, lebih siap nerima resikonya dibanding yang diputuskan. Mereka (yang diputuskan) merasa "kok bisa?", "Aku gak mau pisah", "Salah aku dimana?" dan lain sebagainya (kalo disebutin satu-satu nanti terasa curcol). Perkara putus sih gampang, toh tinggal bilang "KITA PUTUS", yang jadi masalahnya itu hari-hari setelah itu. (Aw aw aw, terasa sekali curcolnya)

Tuhan mempertemukan kamu dan dia itu udah termasuk jodoh dan sudah direncanakan, berapa lamanya hingga pisah itu namanya takdir. Itu semua memang sudah ada jalannya dari Tuhan, dan rencana Tuhan yang lebih indah sedang menunggumu di depan atau bahkan sedang disekitar kamu, saya percaya itu (kamu juga harus). Intinya Tuhan sedang dan selalu mengajarkan manusia tentang ilmu kedewasaan, ikhlas, dan sebagainya demi menaikan satu tingkat menuju kebaikan. Dan juga mengingatkan semua itu milik Tuhan, manusia berusaha Tuhan yang berkehendak. Hanya Tuhan yang mampu memutar balikan perasaan manusia. Kamu mencintai dia (mantan pacar/mantan gebetan) itu kan karna kuasa Tuhan. Manusia meminta, Tuhan yang memberi sesuai kebutuhan, malah suka dilebihkan maka bersyukurlah. :D 



pindahan dari blog ini

Rabu, 17 Agustus 2011

Saya dan Kamu.

Saya dan kamu dalam satu kota,
layaknya seperti orang asing tak bertegur sapa.

Saya dan kamu berada dibawah langit yang sama.
Menyusuri malam, berbeda arah, bertuan rembulan.
Berharap dipertemukan karna bumi itu bulat.

Saya dan kamu punya hati.
Berharap abadi.
Namun ternyata mati.

Saya dan kamu membiarkan ini terjadi,
melepas diri masing-masing.
Agar tak ada lagi saling menyakiti.
Oleh rindu yang tak pernah berakhir.

Pada akhirnya, saya dan kamu menikmati kesendirian.
Berharap tak ada lagi sakit.
Ternyata rindu makin menjangkit.

00.12
Tangerang. 16 Agustus 2011

Senin, 15 Agustus 2011

Untitle

Minggu, 31 Juli 2011

Hanya Kamu

Hanya Kamu

Sekuat aku berkata “aku sudah biasa tanpamu”
Sekuat itu juga kepiluan dalam hati.
Pura-pura senyum ku pancarkan..
Seperti kepura-puraan dalam getir aku berkata “Aku bahagia”
Ya kasih, kulakukan hanya karna itu adalah inginmu

Kamu bawa hatiku menetap nyaman disana
Karna entah mungkin sebabnya aku masih ingin mencintaimu
Bukan sesuatu yang lain, sesuatu yang sama denganmu
Tapi aku ingin bersamamu, kasih.

Ya, mungkin aku akan bertemu sosok sempurna sepertimu
Sosok yang mendewasakan aku
Membuat ku nyaman
Membuatku merasa yang amat istimewa
Waktu dapat memaksa kami begitu dekat
Hingga suatu ketika aku tersadar
Dia bukan kau.

Maka mungkin ia baik menawarkan hatinya
Lalu bagaimana dengan aku?
Apa yang bisa ku beri?
Bila hatiku berada padamu

Maka tetap seperti ini
Kembali sendiri
Aku yang begini

Maaf kasih jika terasa aku keras kepala,
Sudah ku coba berlari jauh menghindar dari bayangmu
Selelah bagaimana ternyata aku menyadari
Aku hanya berlari berputar  mengelilingimu

Lalu menurutmu, apa yang mungkin terjadi?
Selain mencintaimu dan terus mencintaimu.

00:10
Tangerang,  100/2 hari tanpamu


Minggu, 24 Juli 2011

Dear Anonim

Dear Anonim,
Apa kabarmu, tampan? Aku akhirnya memutuskan untuk menulis surat ini untukmu. Entahlah, aku selalu merasa kau pasti membaca suratku suatu hari nanti saat kamu teringat denganku, meskipun aku tak begitu yakin apakah ada sisa-sisa bayangan yang menjadi kenangan di hidupmu. Ah, sudahlah.. rasanya seperti mengharap, dan itu hal yang kamu tidak mau terjadi padaku, bukan? Tapi apa bila tak boleh mengharap, masih bolehkah aku mencintaimu dalam diam? Ya pasti diam pula lah jawabanmu.
Anonim sayang,
Saat aku menulis surat ini, aku baru saja pulang ngajar. Hmm.. tubuhku terasa letih, semacam mau rontok, dan sedang batuk pula tapi ini tak menyurutkan niatku untuk menulis sepucuk surat cinta untukmu, lelakiku. Masih kudapatkan kebahagiaan disini, ya murid-murid yang lucu plus cerdas, salah satu kebahagian selain darimu. Oh ya, anonim.. kamu tak perlu khawatir, karena sebelum menulis surat ini, aku sudah makan malam dengan capcay, makanan kesukaanmu dan bukan makanan yang pernah ku makan sebelum bertemu denganmu tapi setelah betemu denganmu yang pernah memaksaku untuk makan sayur dan menyuapiku entah aku jadi suka dengan capcay. Aku juga sudah  meminum obat batuk, jadi kau tak perlu merasa tak didengar lagi, seperti yang mungkin kau rasa dulu.
Mbul..
Beberapa hari ini, aku putar kembali rekaman-rekaman suara obrolan kita ditelepon, kebiasaan yang tak pernah aku lakukan pada yang lain selain kamu, entah kamu selalu membuatku merasa rindu setiap detik. Aku ingat, saat kamu menyanyikan lagu lalu aku goda untuk menyanyi lagi, tapi kamu enggan. Aku terus mengulang-ulang, bagian ketika aku bernyanyi keras dengan suaraku yang tak ramah lingkungan dan mirip kaleng rombeng dan cempreng menurutmu, lalu kau pun tertawa, betapa hal yang amat manis bagiku sayang. Dan aku teringat tingkah konyolku salah membuka pintu suatu tempat perbelanjaan saat kita hendak berkaraoke bersama teman-temanmu, namun semua kekonyolanku itu, cukup untuk membuatmu tertawa terpingkal-pingkal. Aku terus membayangkan dengan seksama rekaman ingatan itu, bagaimana lekuk tawamu mengalun, semacam harmoni yang memberikan energi, semua itu sekejap saja membuatku tertegun tanpa sepatah kata, dan tak berapa lama, kusadari mataku sudah berkabut. Aku sungguh merindukanmu, mbul..
Kau tahu, Mbul?  Aku selalu bergelut dengan rindu yang tak berkesudahan. Hal yang selalu tumbuh subur dan bersemi di dalam jiwaku, tapi sejujurnya, aku ternyata cukup bahagia dengan semua itu, Aku hanya bisa memperhatikanmu dari kejauhan, melihat senyumanmu pada lukisan manis kamu dengan teman-temanmu, ku lihat pula beberapa jejak cantik mencoba menggodamu, aku berharap kamu bahagia, karna ini inginmu, jalanmu, menjauh dariku, entah apa yang kamu pikirkan saat itu. Ah sudahlah.. pasti kamu tak akan suka jika ku bahas ini.
Anonimku yang gembul..
Entah mengapa aku selalu berdebar setiap melihat namamu di mana kamu punya akun sosial media, bahkan di surat ini. Belum lagi arsir wajahmu, yang seakan sudah membatu di kepalaku. Terkadang aku benci akan pagi, yang selalu memaksaku untuk membiarkanmu bangun siang. Katamu dulu ingin aku yang pertama kamu dengar saat terbangun dari mimpi-mimpi pengindah malammu. Masihkah kamu terbangun pada siang hari? Hayo sekali-kali untuk bangun pagi dan solat subuh. Jangan lupa untuk beribadah ya sayang, berdoalah agar kamu temukan kembali hati yang nyaman untuk kamu tempati, bila hingga suatu saat nanti entah itu kapan, tidak juga kamu temukan, tenang kasih,  aku masih di sini, menunggumu dengan senyuman dan hati tanpa luka yang sudah ku lupakan.  
Sejujurnya kasih, aku lebih suka malam, saat aku bisa sejenak terpejam, dan kembali menemukanmu disana. Kau muncul seperti jantung cahaya, yang berkilauan di atas samudera tenang tanpa gelombang. Ah, sebenarnya aku tak yakin dimana aku sedang hidup saat ini, yang aku tahu, saat ini aku sedang berada pada satu titik, dimana semua terlihat samar-samar, dan satu-satunya yang terlihat jelas adalah kau.
mbulku sayang,
Sebelum tidur, aku ingin mengecup keningmu lewat surat ini. Seperti saat terakhir kamu kecup keningku sebelum ku tahu itu adalah untuk terakhir kalinya. Ayo, sekarang pejamkan matamu sebentar saja, karena aku akan tiba disana memelukmu erat. Selamat malam sayang, selamat tidur lelakiku, aku akan terus menghitung setiap detik yang berkurang, sampai (mungkin) Tuhan ingin mempertemukan kita kembali.
Mantanmu,
Nae
*happy sixth month, i always love u, anggit pras and always do (if we aren't break)

*terinspirasi oleh @muhadkly

Senin, 11 Juli 2011

11 Juni to 11 Juli 2011

Dear anonim,

Apa kabar kamu sayang? Sedang mempersiapkan untuk sidang? Baguslah tetap semangat untukmu, aku yakin kamu selalu begitu, tersenyum menatap kehidupanmu. Walau terkadang kamu tidak bisa menyembunyikan segala rasa yang ada di hati dan benakmu dalam air mukamu.

Mbul ku sayang,

Tahukah kamu tanggal berapa ini? Ya mungkin kamu tak ingat, ini tanggal dimana aku tak kan melupakannya kejadian sebulan lalu, sebuah keputusan di mana hanya kamu dan Tuhan yang tahu alasannya, mengakhiri perasaan kita. Bagaimana kehidupanmu setelah hari itu? Bahagiakah kamu? Aku berharap seperti itu, bagaimana hatimu? Melihat beberapa kali kamu mengganti foto di akun socialmu atau jadi aktif di akun socialmu, seperti ada sepi di sana, seperti ada bimbang di sana. Tapi sepertinya kamu mendapatkan yang baru setelah ku baca kalimatmu untuk temanmu yang sedang mengalami “bad day” lalu kamu bilang “makanya pacaran dong biar good day” aku tersenyum, beruntunglah perempuan itu yang memenangkan hatimu.

Anonim,

Sepertinya kamu memang tak mau melihat aku, seperti kebohongan saat teringat obrolan kita sebulan lalu ketika kamu bilang “aku harap kita bisa berteman.” Ya memang klise ya bila kenyataannya kamu malah mengindar :)
Jadi apa kabar hari ini?
Semoga baik-baik saja ya sayang dengan hati yang kamu simpan di sana. Salam untuknya. Tolong bilang kalau kamu tuh suka hmm.. ah ga jadi deh, lebih baik dia jadi diri sendiri, jangan kaya aku yang berusaha jadi apa yang kamu mau, menebak-nebak lalu bingung karna tak jadi diri sendiri saat mencintaimu, dan segala upaya yg ku coba pun ternyata tak membuatmu bertambah cinta entah kenapa menjadi berkurang. “Hanya kamu dan Tuhan lah yang tau mengapa kita harus berpisah.”

Selamat malam..
Semoga keangkuhanmu tidak menyertaimu

Mantanmu
Nae

Sabtu, 02 Juli 2011

Untitle

Hmm.. udah 2 minggu aku ga posting, sebenernya sih udah nulis buat diposting di blog tapi ga da pulsa buat ngepostinginnya hehe... :p

pengen cerita beberapa hari dalam kegalauan, masih nyesek banget dan ga sengaja baca komen2 tmen si mantan yang katanya mantan lagi sibuk kencan huft... sepertinya dugaan orang-orang yang tak ingin aku dengar itu benar deh. Dia mang punya prinsip ga mau selingkuh tapi bisa aja kan di ga pengen selingkuh, makanya dia putusin aku trus lanjut pedekate ma yang lain. hmm padahal sudah terbentuk keyakinan disini.. *nunjuk dada *yang ada didalem maksudnya hehe..

ah tapi kan ga gitu juga sih, sampe saat ini ko aku masih percaya2 aja ya sama dia, walau temen pada bilang
"udah nae.. jangan ngarep lagi."
hmm ngarep ga ya? iya sih dikit tapi udah ga gitu juga.. "yakin?" *entah suara dari mana*
hehe..
mengenang manisnya dengan dia itu ga da habisnya, walau dibilang pacaran yang paling bentar hehe...
hebatnya bikin berkesan, semoga aku cepat2 move on deh... doakan.. :p

aku ini nanti pagi tuh harus ke nikahan temen eh malah belum tidur...
Bobo dulu ah...
mimpikan aku ya anonim.. hihi...