Siapa yang Pernah Patah Hati?
hayo hayo ngacung....
Kalo semua orang ditanya seperti ini, pasti pada nunjuk
(hehe..) ya mereka pasti pernah mengalami, baik yang pernah pacaran atau belum
pernah pacaran. Baik perempuan maupun laki-laki. Sakit, jelas. Yang berbeda
hanyalah bagaimana waktu menyembuhkannya.
Mungkin ada perempuan berpikir, "ah cowo mah biasa aja
klo patah hati. Beberapa hari kemudian kok bisa ya punya pacar lagi". Anggapan
ini salah, mereka sakit, malah ada yang menangis dibawah shower (oke lebay
hehe) cuma logika mereka lebih berjalan (semua cewe juga tau kale
naa...). Iya alasan saya disini klise, tapi ada juga loh laki-laki
yang bener-bener kalo patah hati ya sakit banget (menurut pengamatan di jesos).
Ada yang meluapkan rasa sakitnya di twitter dan fb (tipe extrovert) ada yang
hanya dipendam (introvert) dan dilampiaskan dengan cara berbeda, baik positif
(ngumpul-ngumpul sama temannya) maupun negatif (bikin strategi ngedukunin).
Hehe yang terakhir becanda (eh tapi ada loh kan di berita-berita cewe dibunuh
mantan pacarnya).
Kalo cewe yah pada tahu kan.. agak mendramatisir (oke
termasuk saya) tapi tenang, gak semua seperti itu (takut dikeroyok oleh kaum
sendiri). Ada yang ngeluh-ngeluh n marah-marah di jesos, jadi pengen *puk
puk-in satu-satu klo liat status orang-orang di jesos (terlebih fb hehe), ada
yang nangis berhari-hari sampe matanya bengkak ngalahin kantung matanya SBY
(hehe..), ada yang curhat ke tiap temennya satu-satu yang ketemu di
jalan, dan ada yang bunuh diri (Oke kayanya negatif semua). Ya gak lah.. sama
kaya cowo, cewe juga suka mengalihkan rasa sakit karna hatinya yang patah itu
dengan jalan-jalan sama temen-temennya, ada yang shoping, sampai nyalon.
Sakit karena hatinya patah itu wajar. Yang namanya patah
emang sakit, patah kaki, patah tulang, sampai vas bunga kesayangan nyokap patah
juga bikin sakit, sakit hati di nyokap-nya karna barang kesayangannya dibikin
patah juga si yang matahinnya, diomel-omel sama sang nyokap, but i feel
something wrong sound words in here (masa vas bunga patah?). Hehe oke itu cuma
perumpamaannya aja.
Cara mengatasi rasa sakit bisa berbagai cara, menulis dan
membaca salah satunya (anak SD juga bisa kali na..). Beda loh, saat membaca,
terlebih buku-buku positif ya jangan baca buku cara-cara menyantet mantan atau
gebetan yang nolak kalian. Dalam membaca ada rasa tersupport, merasa "gue
gak boleh gini terus" atau malah jadi terinspirasi untuk menulis. Bikin
cerpen, puisi, sajak bagus-bagus bisa bikin buku terus diterbitin maka patah
hati kita menguntungkan (Boleh lah berhayal positif seperti itu, dengan
motivasi yang kuat pasti tercapai). Intinya sih sibukin diri aja, sampai gak da
waktu buat mengenang masa lalu. Times will heal you!
"Kalo gak lupa-lupa gimana? Wajar gak sih?", kalo
kata psikolog (bentar saya lupa namanya) hmm.. Ratih Ibrahim "wajar
seseorang susah melupakan mantan, tinggal kontrol pikiran diri aja, doakan aja
si dia (mantan pacar/mantan gebetan) dengan kebaikan, doain juga diri kamu
semoga cepat sembuh dari patah hati kamu". Jadi intinya setiap manusia
diberikan kekuatan untuk lupa kok, buktinya orang puasa aja kadang suka lupa
malah minum (hehe..) atau lebih sering kita sering dilupakan menaruh sesuatu benda
hingga kelagapan nyarinya (pas dibutuhin). Jadi kita bisa saja lupa sama
kenangan, apa yang perlu diingat? Kan ga dibutuhin, kalopun masih mengingat
berarti itu keinginan. Ya kaya si mantan yang udah mutusin, mereka lebih siap
mengambil ancang-ancang untuk kehilangan, lebih siap nerima resikonya dibanding
yang diputuskan. Mereka (yang diputuskan) merasa "kok bisa?",
"Aku gak mau pisah", "Salah aku dimana?" dan lain
sebagainya (kalo disebutin satu-satu nanti terasa curcol). Perkara putus
sih gampang, toh tinggal bilang "KITA PUTUS", yang jadi masalahnya
itu hari-hari setelah itu. (Aw aw aw, terasa sekali curcolnya)
Tuhan mempertemukan kamu dan dia itu udah termasuk jodoh dan
sudah direncanakan, berapa lamanya hingga pisah itu namanya takdir. Itu semua
memang sudah ada jalannya dari Tuhan, dan rencana Tuhan yang lebih indah sedang
menunggumu di depan atau bahkan sedang disekitar kamu, saya percaya itu (kamu
juga harus). Intinya Tuhan sedang dan selalu mengajarkan manusia tentang ilmu
kedewasaan, ikhlas, dan sebagainya demi menaikan satu tingkat menuju kebaikan.
Dan juga mengingatkan semua itu milik Tuhan, manusia berusaha Tuhan yang
berkehendak. Hanya Tuhan yang mampu memutar balikan perasaan manusia. Kamu
mencintai dia (mantan pacar/mantan gebetan) itu kan karna kuasa Tuhan. Manusia
meminta, Tuhan yang memberi sesuai kebutuhan, malah suka dilebihkan maka
bersyukurlah. :D
pindahan dari blog ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar