Halaman

Sabtu, 12 Juli 2014

Puisi dan Kamu

Jika puisi menurut mu sebagai pengantar asa maka sudah kah asaku tersampai padamu?
Jika puisi sebagai doa, maka tak pernah lelah puisiku panjatkan kepada Maha Indah
ku memuji yang Maha Kuasa pemilik dirimu
setiap stanza doa menyebut namamu
begitu sempurnanya ciptaan Maha Indah pelengkap hidup

ah, mungkin sudah lembaran puisi kubuat untuk mu
mungkin dapat kurajut tiap lembarannya menjadi penghangat duniamu.

kita memang memahami satu itu kita
lalu tak pernah mengenal kata perpisahan
tak pernah tahu arti berpisah
dan memang tak ingin seperti itu
dua dalam satu

kamu tahu bukan, aku menginginkamu, titik.
ku peluk lengan mu erat
tangan yang selalu membantu menutup telingaku dari buruknya masa lalu

cinta pun tak mampu berhenti
rasa yang aneh dalam dada ini menjerat
menuntunku terus untuk bersama
matamu yang sendu saat punggungmu ku usap
selalu mengisi betapa kamu mencintaiku dengan sangat

kamu pun juga tahu, aku membutuhkanmu, titik.
kamu layaknya metamfetamin dalam tubuh
candu pembuat debar jantung terhebat
candu penenang dari setiap gundah
candu pembuat euforia
candu yang membuatku hangat

jadi apa ini termasuk puisi?
padahal indahmu belum cukup terwakilkan di sini


Tangerang, 2 Januari 2014




Melepas

Langit pagi, tak pernah ada yang menikmati
Pekerja dengan kesibukannya
Aku dan pelukan hangatku
Kamu dengan tidur manjamu

Ingatan dikosongkan karna sepenuhnya milikmu
Tubuhku tercuri dirimu yang hidup kekal di sana utuh
Tubuh yang sedang belajar menangis tanpa air mata
Tubuh yang setiap degupan jantungnya memanggil namamu

Sayup-sayup wangi senja di pantai tercium
Getar debur ombak dan riuh camar
Aku sering pergi ke pantai membisikan pikiran dan perasaanku
Kepada pasir yang tak pernah teraih
Kepada senja yang indah dan berlalu begitu cepat


Tangerang, 16 Febuari 2014
dalam kamar pengap akan rindu.

Selasa, 08 Juli 2014

Pengingat

Rasanya kangen sekali merangkai kata di sini, sayangnya terlalu asik hanya membaca.

Banyak kejadian yang sebenarnya ingin dituliskan, sebagai pengingat untuk saya di masa depan. untuk saya bisa terus bersyukur akan hidup, akan karunia Allah yang beri untuk saya. 

1. 
Sudah hampir 2 tahun dengan seseorang yang menemani hidup saya, mendengarkan segala cerita saya. Pria terbaik dalam hidup saya. Pria termanis. Meski alam tak mendukung dan waktu terlalu sempit bagi kami, saya percaya pertemuan kami bukanlah hal yang tidak diniatkan Tuhan. Saya nyaman, sangat nyaman. Hingga mungkin suatu saat nanti kita akan beradu tabah.

2.
Semenjak bertemu dengan pria tersebut, hidup menjadi lebih semangat untuk meng-upgrade diri. Tahun ini saya melanjutkan studi magister, ya walau di swasta. karena jujur untuk ke universitas negeri pada saat itu saya tak sanggup membiayai sendiri. Terlebih saat musibah menimpa keluarga kami. Tapi lagi-lagi saya percaya, segala sesuatu sudah direncanakan Tuhan, untuk saya lebih baik, untuk keluarga saya yang jauh jauh lebih baik dan kompak lagi dalam menghadapi masalah.

3.
Di terimanya saya bekerja di SMA Negeri kota. suatu kebanggaan. syukur alhamdulillah walau hanya menghonor, setidaknya bisa membantu keluarga saya. ya.. ya.. ya.. tapi saya agak sedikit sedih.. cobaaa waktu itu saya daftar S2 negeri, kalau dengan menghonor di sekolah negeri sih insha allah bisa biaya sendiri hehe.. ya gak apa lah ya..sama aja..

4.
Saya galau, iya setelah ditrimanya saya di SMA negeri itu, saya jadi galau. kenapa? ya karna sebelumnya mengajar di sebuah yayasan dan sistem kontrak. Loh terus dimana galaunya? jadi saya saat ngomong ke yayasan bahwa saya tidak ingin dikontrak lagi, orang yayasan tanya alasannya. saya jelaskan. Lalu yah yah yah.. ada kalimat yang menurut saya lumayan hum hum..
"terserah ibu mau mengajar di sana atau di sini tapi ibu tidak akan bisa mengajukan sertifikasi" 
padahal saya ambil keduanya.
"ya kalau mau mengajar di sini silahkan tapi jangan sakit hati saat kami tidak mudah untuk memberi tanda tangan kelancaran sertifikasinya" ih wow sekali kan..
ya walau dipojokan, justru saya jadi semangat, untuk lulus belajar, bisa lulus cpns tahun ini kayanya suatu kado untuk orangtua. 

ya kenapa hidup harus menjadi cpns, ya itu untuk orang tua. untuk saya pun sepertinya. karena kalo tidak lulus, lalu ada peserta cpns matematika lulus dan di tempatkan di sekolah negeri yang saya bekerja, otomatis saya harus lapang dada untuk keluar dari sekolah tersebut. yah yah yah.. hihihi..

Pasrah, berdoa, dan berusaha belajar lagii..
Allah pembuat skenario yang indah untuk umatnya. 

Sekali lagi saya percaya, Allah memberi ujian untuk umatnya selalu bersyukur dan mengingat-Nya, lalu meminta yang terbaik. Maka hal-hal baik akan datang sebagai pembahagia. Apalagi yang tanpa harus diberi ujian tetapi selalu berdoa dan memohon. Semoga Allah melimpahkan segala karunia dan anugrah-Nya. Amin.

Dan mari kita tidur..

:)