Halaman

Selasa, 30 November 2010

Day #13 Sebuah Sajak Atas Nama Rindu



Telah ku kirim sebuah sajak atas nama rindu kepadamu
Agar engkau meyakini, betapa aku telah menyimpan namamu dalam seluruh pergerakan hidup
Agar engkau meyakini, betapa aku telah menghardik seluruh duka yang bersarang
Saat engkau menjengukkan kepala dalam ruang kosong dalam dadaku

Telah ku kirim sebuah sajak atas nama rindu kepadamu
Sebab hidupku menginginkan uluran tangan puisimu
Sebab hidupku menginginkan sepi dalam jiwamu,
mendamaikan gelombang resah dalam lautan batinku
Sebab hidup semakin sunyi tanpa huruf-hurufmu


Senin, 29 November 2010

Day #12 Kamu


Kamu, pemilik mata sipit
Dibalik kaca matamu
kau tatap aku tajam namun tetap lembut
Hampir saja berlubang
Entah apa maknanya

Kamu, pemilik senyum menawan
Membuat hati ku tertahan
Pesonamu memancar
Melihatmu gerakku terkapar

Hey kamu, cinta ini milik mu
Namun kamu, si pemilik wajah angkuh
Tak pernah sedikitpun menengok hatiku
Seperti hal yang yang mustahil untuk ku
bersamamu

-------
sedikit bermain di masa lalu
*menyedihkan

Minggu, 28 November 2010

Day #11 Teruntuk Tanpa Nama


Teruntuk kamu si tanpa nama
Hadir mengisi kotak dengan sajak
Entah apa yang terpikir olehmu
Hingga memilihku untuk kau tuangi dengan kata candumu

Teruntuk kamu si pesajak tanpa nama
Kau ajarin aku bernafas dengan kata
Menari indah dalam kotak-kotak sempit itu
Dan aku pun makin menyukai kata menunggu
Menunggu balasanmu
Menunggu kata-kata indahmu
Menunggu kejutan lainnya darimu

Teruntuk kamu yang tak pernah terungkap
kamu pernah berkata
 "aku ingin kamu menjadikanku seperti kamu"
apa itu mengartikan dirimu seperti aku?
periang namun tetap terselip pilu

ya, sepertinya begitu
Aku mengintip ke tempat bernaungmu (blog mu)
Pintalan aksara itu menari dalam ruang kesedihanmu

Teruntuk kamu si penyuka misteri
kamu selalu terselimuti kabut
tak pernah bisa ku raba keberadaanmu

sempat terpikir kamu salah satu temanku
mungkin di dunia nyata
atau hanya teman di sebuah media sosial?

kadang dalam ruang keisengan ku menjalar
menengok status atau tweet seseorang yang serupa denganmu
menerka-nerka siapa dirimu
ya kau berhasil membuatku dihadang rasa keingintahuan besar

dasar kau seseorang tanpa nama
selalu membuat penasaran


-------------
panjang bangeeet... hehehe :P
tulisan ini untuk kamu, ya kamu yang selalu mengisi kotak-kotak komentarku ;)
baca postingan sebelumnya Pertemuan diantara kotak-kotak komentar

Sabtu, 27 November 2010

Day #10 Malam ini (Boleh) Aku Menangis


Malam ini aku menangis
Sudah pasti karena mata tak kuat lagi membendung
Mungkin karena senyumku tak kuat sembunyikan pilu
Atau mungkin karena hati tak kuat menahan perih

Teringat kembali kemunafikan yang terkamuflase dengan baik
Hingga buat ku tak ingin lagi mencinta
Mengais setiap kepingan hati yang tersisih
Membangun sebuah dinding pertahanan hati kokoh
Agar tak goyah oleh para aktor pemain cinta

Namun untuk malam ini
Biarkan aku menangis
Untuk sekedar meredam kebencian
Atau untuk sekedar melunakan pikiran
Bahwa ini adalah cara Tuhan
“Kesedihan hanyalah sebuah pengantar pada rencana Tuhan yang luar biasa indah”


-------
sebuah renungan diri dibalik tangisan dan luka
berharap esok lebih baik :')

Jumat, 26 November 2010

Day #9 Pria Perajut



Dia  seorang pria perajut
Mengubah tiap pintalan benang
Menjadi sesuatu yang menghangatkan

Dia seorang pria perajut
Mengubah tiap pintalan kata
Menjadikannya puisi yang mengatasnamakan kebimbangan

Dia seorang pria perajut
Mengubah tiap pintalan asa
Menjadikan dirinya tak mudah menyerah

Ya, memang dia seorang pria perajut
yang sedang belajar merajut setiap pintalan cinta
untuk menjadikan hatinya selalu hangat hingga senja

-------
Tantangan temen buat bikin puisi tentang dia
Ya blm ada 15 menit dia kasih ide ini eh langsung jadi kekeke~
*sombong
*ditoyor @aji_y22

Kamis, 25 November 2010

Day #8 Terbentur


Ini sakit,
Dan aku baru sadar ini membiru
Sepertinya terbentur, ya hanya terbentur
Dia membiru, membengkak dan mengganjal
Menjejali ruang sesak tempatnya berdiam
Ya, dia berdiam tepat disini
Di hatiku

Aku terbentur denganmu
Terbentur sebuah benda diam
Tak mempunyai reaksi pada apa yang ku rasa
kau arahkan ku mengikuti jalan menuju cinta
Namun tiba-tiba kau bangun dinding diantara kita
Membuatku terbentur dengan kepingan hati yang tersisa

Rabu, 24 November 2010

Day #7 Cinta yang Terbagi Dua


Sungguh aku telah dihadapkan pada sesuatu yang berat
Tak pernah ku segalau ini
Kalian berdua yang terbaik untuk ku
Menemani setiap sepiku

(1) Kau, si karya penuh kata keseriusan
Kau memang yang pertama kali ku sentuh
Ku pahami makna mu
Hingga akhirnya bisa ku nikahi dirimu
Menyatukan tujuan diriku dan dirimu
Butuh energi ekstra untuk benar-benar bisa ku taklukan kamu

(2) Kau, si karya penuh kata keindahan
Kau memang pendatang baru
Disaat aku berada dalam batas keputus asaanku
Kau datang memberi jemari ku kekuatan untuk menari denganmu
Tak ku dapati kesedihan
Karena mu, semua  telah ku  indahkan

Lalu apa sekarang?
Aku tenggelam bersama kata penuh keindahan itu
Layaknya orang yang jatuh cinta, aku ingin selalu dengan dirinya
Dan tega meninggalkan sebuah karya penuh dengan keseriusan itu
Yang kini mungkin telah membusuk tak tersentuh

Akh apakah aku bisa adil?
Kini setiap malam ku coba taklukan kembali si karya yang penuh pemikiran ilmiah
Yang mengantarkan kan aku pada sebuah masa depan
Namun terasa sulit karena aku masih ingin mencumbui setiap kata indah

Yah, seperti lagu Ahmad Dhani
“memang senangnya dalam hati, bila beristri dua”
Senangnya hanya dalam hati
Tapi kenyataannya pusing enggak ketulungan

Selasa, 23 November 2010

Day #6 aku mencintai mu, Matematika




Kini kau semakin jauh meninggalkanku
Terseok-seok ku mengejarmu
Kau tak lagi sesederhana saat ku temukan dirimu

Dirimu memang sangat hebat
Sulit sekali rasanya untuk menaklukanmu
Kau senang sekali membuat otakku ngebul

Dulu kau masih ingin bermain 1+1
kini kau sangat rumit
Tak lagi berbentuk real
Bentuk imaginer pun kau miliki

Kau meminta untuk didifferensialkan
Kau pinta aku untuk diintegralkan hingga berlipat-lipat
Kau selalu meminta pembuktian
Memintaku untuk menunjukan bagaimana suatu fungsimu terbentuk
Dimana itu semua membutuhkan teorema-teorema dan dalil-dalil yang kau punya

Tak ayal aku terus mengejarmu
hingga ku tak peduli harus bertemu teman-temanmu yang berwajah seram
kalkulus, analisis real, analisis komplek, struktur aljabar dan yang lainnya

Aku mencintai mu..
Cinta memang butuh pengorbanan
Cinta memang harus saling mengerti
Cinta memang harus bisa terima pasangan apa adanya
dan tak henti untuk ku coba dan berusaha lakukan itu
agar nanti ku bisa duduk manis bersanding denganmu, Matematika J




-----
jeritan suara hari kecil mahasiswa keblinger (-_-")
*jadi ini sebenarnya puisi atau jeritan??

Senin, 22 November 2010

Pertemuan Diantara Kotak-Kotak Komentar

aku posting tulisan ini hanya untuk mengindahkan kekaguman ku akan kata-kata
semoga tidak lelah untuk membaca'a hehehe

Diawali tulisan patah hati ku Tak termaknai terdapat komentar ku untuk sahabatku
Nae
dan hanya akan ku simpan sementara waktu..
hingga waktu mengubah semua...
 dan 4 hari kemudian seorang yang menyebut dirinya anonim mengatakan
Anonim
untuk apa menunggu waktu
dibaliknya terselip sembilu
perubahan itu bukan karena waktu
perubahan itu karena kamu
hmm pikirku siapa ini seseorang membuatku penasaran dengan kata-kata puitisnya namun dia hanya ingin menyebut dirinya sebagai anonim
tapi sudahlah, aku tak memaksakan diriku untuk mengetahui dirinya
toh setiap orang mempunyai hak untuk tidak mempublikasikan diri :)

kembali sang anonim sedia mampir untuk mengisi kotak komentar ku pada tulisan Day #2 Pencarian Cinta
Anonim
cinta itu bukan untuk dicari
cinta itu untuk dimengerti

kamu tahu gembok dan kuncinya?
klik dan klop
mengunci dengan eratnya dalam satu tujuan
sebuah kepercayaan

kamu tahu burung merpati dan pasangannya?
menunggunya walau ternyata sudah tiada
cukup satu hati dalam satu usia
sebuah kesetiaan

mengertilah bahwa tuhan tengah mempersiapkannya untukmu
memilah yang cocok untuk berbagi kepercayaan dan kesetiaan
seperti yang selama ini kamu impikan
Read More...

Day #5 Saat Hujan



Hujan tak selamanya buruk
Saat hujan turun
terdapat sebuah penantian
Penantian kemarau akan berakhir
Penantian akan lengkungan pelangi
Penantian akan wajah ceria sang awan

Saat hujan turun
Tak kah kau lihat ada yang bersenang-senang
Menari indah dijamah sang hujan
Ya itu aku
Dengan segenap bentuk kegalauanku
Hujan (cinta) mu berhasil meluruhkannya



Minggu, 21 November 2010

Day #4 Penantian Cinta


Ah.. Cinta...

Sumbang tak pernah ku dengar lagi ceritanya
Aku disini tak pernah terlihat oleh cinta
Sekedar untuk menuliskan kata cinta di hati ku sepertinya terasa berat
Kepiluan hati akan kekecewaan cinta ini terlalu dalam
Tak tahu lagi kemana ku harus singgahkan hati

Ku cari ketulusan dalam hidupku
Namun tak mampu ku kejar hari
Waktu terus berlalu tanpa cinta
Hanya cinta sesaat lah yang datang dan pergi sesuka hati

Aku tak menyukai cinta yang datang dengan tiba-tiba membuka pintu hati ku lalu menutupnya dengan kencang.
Hey kita bisa pelan-pelan, ucapkanlah salam dahulu lalu membiarkannya dan menikmati setiap aliran-aliran cinta yang mengalir dalam darah kita

Tengoklah ruang hatiku, amatilah setiap sisinya, selami tulusnya
Bila tak tercipta suatu kenyamanan, kau boleh pergi namun dengan baik-baik.
Namun bila kau nyaman, maka tinggallah dalam kehangatannya
Dan menuju senja bersama

Percakapan Sang HP


Di suatu senja, langit masih memakai gaun biru bercorak putih dan kehitaman. Aku yang bersantai mencoba membuat mood ku membaik untuk menyelesaikan segala kewajiban ku tiba-tiba sms masuk dari seorang teman, yang bertanya sedang apa. Ku balas dengan keisengan ku dan kabar baiknya temanku menanggapinya, jadilah suatu percakapan sang HandPhone

“Hey teteh lagi apa?” sapa temanku

“lagi tidur, ini Hpnya yang bales.” Balas ku iseng

“oh bilangin ya ke yang pny kamu jangan tidur mulu.”
Dan sang HP (ku) menjawab,

“Siapa? Aku? Aku ga ada yg memiliki, si cewek ini mah kalau ada perlu aja megang2 aku, klo lagi seneng si sering banget tuh nungguin sms orang, aku dipegang2 di elus2. Ikh emangnya aku HP apaan, di jamah tanpa ikatan pernikahan fufufu.... ko aku jadi curcol gini sih ke kamu? BTW kamu siapa sih sms ke aku?”
Dan temanku mulai menanggapi kegilaanku.. (hihihi...)

“aku juga HP.. tapi yg punya aku mah orangnya baik, tapi aku lagi rusak, dia gak mau benerin aku (a.k.a service) ni, aku kan tersiksa kalo kaya gini terus... sampai kapan aku sakit gini? Sampai kapan coba? Hayo sampai kapan?????”
Hahaha ternyata temanku bisa gila juga lalu lanjut ku balas,

“iah sama layar ku maembelah diri gitu, jadi ada garis putih di tampilan aku. Gara2 si cewek ini ni kalo tidur lincah bgt, masa aku ditiban sama dia, mending badannya langsing, ini mah dah kaya buntelan babi yang sedang berguling-guling. Coba bayangkan... bayangkan... bayangkan sekarang juga... trus dia juga ga setia gt ma aku. Masa denger2 dia mau beli HP baru, denger2 juga aku mau dijual klo uangnya kurang.”

“wah jangan mau, kamu pasti sakit hati banget, dah dikhianati sekarang mau dijual pula... kalo aku jadi kamu mending aku membanting diri aja dari pada sakit hati gitu...”

“ikh kamu ko gt... kita kan baru kenal ko tega nyuruh aku mati?? Lagian kan tu baru denger2 doang, siapa tau si cewek ini mau beli HP baru untuk nemenin aku. Mudah2an HP barunya Ganteng, gagah, n macho... kaya saipul jamil gitu... ikh sumpah dia tuh macho bgt. Tapi ko depe malah minta cerai ya ke dia?” balas (HP) ku yang mulai random (-_-“)

“Bukan’a gitu abis aku ga tega aja liat kamu tersakiti. Dari pada kamu sakit2an terus kan lebih baik kamu istirahat aja untuk selamanya gitu.. hmm aku gak suka saipul jamil, sukanya Gaston aja, dia kan pemain bola pasti lebih macho n jago masukin bola ke kandang pastinya hehe... Lha ko jd ngomongin DEPE yak? Mending juga ngomongin JUPE hahahaha...”

“yee kamu juga sakit2an n kaya’a lebih parah dari aku, knp kamu juga gak istirahat untuk selamanya aja? Hmm aku ga suka JUPE, jupe kasar.. masa mukanya depe di cakar. Aku sebel ma dia, cowok2 pada suka sama dia, apa lagi tuh yang ada di dadanya. Aku yakin tuh yang di dadanya tuh sumpelan buah pepaya hehehe...” (balasan apa ini?)

“Akh aku sich masih bisa bertahan klo kamu kan mau di ganti yang baru jadi aku kasian ma kamu... Ha? Buah pepaya?? Klo aku pikir sich bukan pepaya tapi melon, habis bundar banget gitu sich..”

“apa sich ko jadi ngomongin dadanya Jupe?? Tapi menurut aku melon kurang gede. Masih gedean semangka hehe... eh eh... si cewek ndut baru bangun ni... udahan dulu y.. nanti dia kaget lagi ada sms2 n pulsa ngurangin tapi perasaan dia ga sms ke siapa2. Tapi nanti kita lanjut gosip2an lagi ya cyyyynnnnn.... XOXO”

Dan smsn kerandoman pun berakhir... (-_-“)
Nb: tulisan ini langsung ditulis saat kejadian :p 

Sabtu, 20 November 2010

Day #3 Hilangnya Ide


Dalam sunyi masih ku cari ruang imaginasi ku, saat penat mulai menyerbu
Hanya tatapan kosong mengarah ke si pemilik wajah terang berlistrik
Tangan kiri ku menopang dagu yang bila tak ku lakukan mungkin akan mempertemukan dahiku dengan sisi datar sang meja
Tangan kanan terkulai lemah diantara tombol-tombol huruf dan angka yang sejak tadi menunggu

Pikiran terpaku pada kalimat “apa lagi yang harus ku ketik”
Ide-ide ini masih bersembunyi, enggan berteman dengan sepi
Tengok sang waktu dan dia pun memberi isyarat ini  tak lagi dikatakan malam melainkan larut
Kantung mata pun serasa memiliki kantung bertumpuk

Sang ranjang  melambai-lambai mengajak ku untuk bersamanya
Tapi aku masih nyaman dengan kesunyian ini
Dan lebih suka meninggalkan malam di pagi hari
Menemani para nyamuk berpesta darah tubuhku, ya berbagi itu memang indah bukan?

Hmm... hening sejenak tak tau lagi apa yang harus dilakukan
Arrrggh.. Sungguh hingga detik ini ide itu masih melayang-layang tak beraturan
Sudahlah mungkin harus ku terima ajakan si ranjang
Dan membiarkan gajah bersantai dimataku untuk terus membuat ku terlelap

Selamat Tidur...

Jumat, 19 November 2010

Day #2 Imaginasi Malam Jumat




aku harap kau tak datang malam ini
karena aku takut akan kebiasaan berpenampilanmu
cobalah ganti kain putih kusam dengan yang bermotif polkadot
mungkin kau akan terlihat unik 


dan sisirlah rambut panjangmu yang tergerai
sesekali pergilah ke salon untuk sekedar merawat rambutmu dan wajahmu


hentikan cara pandang mu yang dingin
dan cara tertawamu yang membuat orang-orang tak berkutik


tampilkan wajah duniamu yang manis bak model itu
jangan wajah yang sendu namun memburu membuat semua orang takut

Kamis, 18 November 2010

Day #1 Aku





Berharap kata-kata ini bisa mewakilli siapa aku. Agar kau tak tersesat pada tujuan mu terhadap ku.


Karena aku lelah bertemu orang-orang yang langsung menghujani ku dengan tuduhan-tuduhan yang mereka dapat dalam bungkus kulit ini.


Jangan percaya mereka. Karena mereka suka melebih-lebihkan.


Aku tidak suka disebut cantik hanya karena kau melihat fotoku yang manis di sosial media itu.


Karena sebenarnya aku ini memiliki sedikit bakat fotogenic, tidak ada maksud merendah untuk meninggi, tapi ini adalah kenyataannya.


Aku pernah menemui seseorang yang sebelumnya melempari aku dengan segala kekagumannya terhadapku. Dan selesai dengan perjumpaan itu maka selesai pula kekagumannya dengan ku.


Entah apa yang membuatnya berubah tapi biarlah, begitulah kehidupan tak mudah ditebak


Aku menikmati setiap hal kehidupan ku entah ada atau tidaknya seorang sales cinta yang menjajakan semua kelebihan dari produk cintanya


Aku si penikmati kesunyian, dimana akan ku temukan suatu proses pendewasaan


Aku si pelahap malam, melewati malam hanya dengan termenung di kamar


Aku si penggengam cinta, terlalu yakin pada cintanya hingga mati karna cinta


Aku senang hidup dalam duniaku sendiri karena hidup perlu dicintai


Aku kadang terlihat autis tapi memang itu cara ku menikmati hidup


Aku penyuka langit dengan gumpalan awan yang indah


Dan kau pun kan menebak aku penyuka keindahan, Ya karena itulah aku menyukaimu


Jangan bilang aku orang hebat, sebenarnya kau lah yang hebat karena mampu menerimaku disegala kekurangan dan kelebihan ku




-naE-


*NB : masih loncat-loncat, belum bisa fokus menggambarkan, namanya juga belajar huft..
* Postingan ini ditulis untuk #30HariMenulisPuisi


"#30HariMenulisPuisi ditujukan kepada: Engkau. Ya, Engkau yang bukan penyair, tetapi menulis lebih baik dari penyair." -perempuansore-

Teori Asal

Teori Asal adalah hanya pemikiran diri sendiri untuk menyenangkan diri sendiri atau mungkin orang lain. Berusaha melihat masalah lebih bijak
*Sok tua ya gw 




Kalimat ini tercipta saat mengindahkan perasaan patah hati gw
"Harusnya setiap putus cinta atau patah hati kita harus senang dan mengucap alhamdulillah karna akan ada pengganti yang lebih baik lagi"

Gara-gara liat status Facebook temen yang memakai Tweet orang lain tanpa cantumin si pemilik asli, hal sepele sih tapi ini jadi kebiasaan buruk
"Orang yang mengCopy suatu tulisan tanpa mencantumkan penulis aslinya itu suatu tindakan yang tidak menghargai kreatifitas orang lain"


Atau ketemu cowok yg nyakitin gw di friend list chat FB, entah mungkin dia ngerasa bersalah atau males ma gw dan saran temen-temen remove aja tapi menurut gw
"Dan aku bukan anak kecil lagi yang klo punya masalah sama seseorang langsung remove friend ato ga saling tegor lagi"


Ya sekalipun munculnya dia sangat amat mengganggu, silahturami harus tetep. Masalah dia mau atau ga, ya urusan dia dengan Tuhan. Kalau kata temen gw yang sama-sama patah hati sih bilang "gw ga mau liat dia bahagia, gw mau liat dia ngerasain apa yang gw rasa skrg sakit banget" hmm.. sempet terpikir seperti itu tapi
"Semua ini sudah direncanakan, aku tau ini cara Tuhan bagaimana membuat aku setahap lebih dewasa dalam menyikapi masalah. Dan aku harus ikhlas, tidak semudah omongan sih, tapi di luar sana masih banyak yang indah dari pada duduk diam meratapi kesedihan"

Minggu, 07 November 2010

Tak Termaknai

kaki ini terasa tak kuat menahan hati yang sedang jatuh cinta…
saat hari bersamanya terasa indah, ucapan tak menentu..
sungguh payah, berbicara saja aku tak bisa..
bibir ini membukam membisu..
seperti bayi yang baru belajar bicara..
kata-kata tak dapat ku atur..

tak bisa kulakukan apapun selain melihat matamu..
mencari keteduhan di setiap rindu..
mencari makna setiap kata-kata yang kau ucap..
namun tak pernah kutemukan..
hanya acuh mu..
dan keningku mengerut saat ku temukan senyumu luntur
lalu apa makna setiap hal yang telah dilalui bagimu?

Terima kasih sudah membuatku mengharapmu.

Sabtu, 06 November 2010

Ini Sudah Cukup


aku tidak pernah mengerti apa itu cinta dan perasaan
aku pikir hal seperti itu sudah lenyap
selalu tak pernah sampai ke haluan
hingga akhirnya tenggelam..

kata mereka cinta itu indah...
tapi buat ku itu hanya di angan
aku orang yang selalu dikecewakan cinta
apalah cinta... ini sudah cukup buatku terluka..

dikala ku dipaksakan untuk membuka hati..
berteriak memanggil kata cinta tapi bathin berontak
"ini tidak akan membaik", bisik bathin
"kau tak pernah direndung cinta"

asa pupus..
aku tahu ini hanya kamuflase
tak pernah ada cinta..
tapi ini sudah cukup