Sungguh aku telah dihadapkan pada sesuatu yang berat
Tak pernah ku segalau ini
Kalian berdua yang terbaik untuk ku
Menemani setiap sepiku
(1) Kau, si karya penuh kata keseriusan
Kau memang yang pertama kali ku sentuh
Ku pahami makna mu
Hingga akhirnya bisa ku nikahi dirimu
Menyatukan tujuan diriku dan dirimu
Butuh energi ekstra untuk benar-benar bisa ku taklukan kamu
(2) Kau, si karya penuh kata keindahan
Kau memang pendatang baru
Disaat aku berada dalam batas keputus asaanku
Kau datang memberi jemari ku kekuatan untuk menari denganmu
Tak ku dapati kesedihan
Karena mu, semua telah ku indahkan
Lalu apa sekarang?
Aku tenggelam bersama kata penuh keindahan itu
Layaknya orang yang jatuh cinta, aku ingin selalu dengan dirinya
Dan tega meninggalkan sebuah karya penuh dengan keseriusan itu
Yang kini mungkin telah membusuk tak tersentuh
Akh apakah aku bisa adil?
Kini setiap malam ku coba taklukan kembali si karya yang penuh pemikiran ilmiah
Yang mengantarkan kan aku pada sebuah masa depan
Namun terasa sulit karena aku masih ingin mencumbui setiap kata indah
Yah, seperti lagu Ahmad Dhani
“memang senangnya dalam hati, bila beristri dua”
Senangnya hanya dalam hati
Tapi kenyataannya pusing enggak ketulungan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar