Halaman

Kamis, 18 November 2010

Day #1 Aku





Berharap kata-kata ini bisa mewakilli siapa aku. Agar kau tak tersesat pada tujuan mu terhadap ku.


Karena aku lelah bertemu orang-orang yang langsung menghujani ku dengan tuduhan-tuduhan yang mereka dapat dalam bungkus kulit ini.


Jangan percaya mereka. Karena mereka suka melebih-lebihkan.


Aku tidak suka disebut cantik hanya karena kau melihat fotoku yang manis di sosial media itu.


Karena sebenarnya aku ini memiliki sedikit bakat fotogenic, tidak ada maksud merendah untuk meninggi, tapi ini adalah kenyataannya.


Aku pernah menemui seseorang yang sebelumnya melempari aku dengan segala kekagumannya terhadapku. Dan selesai dengan perjumpaan itu maka selesai pula kekagumannya dengan ku.


Entah apa yang membuatnya berubah tapi biarlah, begitulah kehidupan tak mudah ditebak


Aku menikmati setiap hal kehidupan ku entah ada atau tidaknya seorang sales cinta yang menjajakan semua kelebihan dari produk cintanya


Aku si penikmati kesunyian, dimana akan ku temukan suatu proses pendewasaan


Aku si pelahap malam, melewati malam hanya dengan termenung di kamar


Aku si penggengam cinta, terlalu yakin pada cintanya hingga mati karna cinta


Aku senang hidup dalam duniaku sendiri karena hidup perlu dicintai


Aku kadang terlihat autis tapi memang itu cara ku menikmati hidup


Aku penyuka langit dengan gumpalan awan yang indah


Dan kau pun kan menebak aku penyuka keindahan, Ya karena itulah aku menyukaimu


Jangan bilang aku orang hebat, sebenarnya kau lah yang hebat karena mampu menerimaku disegala kekurangan dan kelebihan ku




-naE-


*NB : masih loncat-loncat, belum bisa fokus menggambarkan, namanya juga belajar huft..
* Postingan ini ditulis untuk #30HariMenulisPuisi


"#30HariMenulisPuisi ditujukan kepada: Engkau. Ya, Engkau yang bukan penyair, tetapi menulis lebih baik dari penyair." -perempuansore-

2 komentar:

  1. kata hanyalah rangkaian abjad yang tak mempunyai arti
    kau buat ia menari, kenyataannya ia hanya bisa terpaku berdiri
    kau buat ia bernyanyi, malah tangisan yang kau dapati

    perwakilanmu itu tak cukup untuk menjelaskan siapa dirimu sebenarnya

    coba kau bubuhkan lebih banyak duka
    tambahkan pedasnya asa
    dan selipkan sedikit dendam disitu

    karena
    suka dan duka
    angan dan asa
    dendam dan cinta
    dapat lebih menggambarkan kamu seutuhnya

    manusia yang sederhana



    --untuk sekarang, cukup panggil gw anonim..:)

    BalasHapus
  2. hey anonim..
    terasa aneh memanggil seorang dengan anonim...
    tapi terimakasih sudah memberi masukan...

    iah tadinya png dikasih yang sedih2 n pait hehe
    tapi bingung..
    tulisan ini aja dibuat dadakan kejar posting 30 hari menulis puisi dan juga pulsa modem yang mendekati abis hihi...

    nanti tulisan yang ini coba di edit2 deh ;)

    BalasHapus