Dalam sunyi masih ku cari ruang imaginasi ku, saat penat mulai menyerbu
Hanya tatapan kosong mengarah ke si pemilik wajah terang berlistrik
Tangan kiri ku menopang dagu yang bila tak ku lakukan mungkin akan mempertemukan dahiku dengan sisi datar sang meja
Tangan kanan terkulai lemah diantara tombol-tombol huruf dan angka yang sejak tadi menunggu
Pikiran terpaku pada kalimat “apa lagi yang harus ku ketik”
Ide-ide ini masih bersembunyi, enggan berteman dengan sepi
Tengok sang waktu dan dia pun memberi isyarat ini tak lagi dikatakan malam melainkan larut
Kantung mata pun serasa memiliki kantung bertumpuk
Sang ranjang melambai-lambai mengajak ku untuk bersamanya
Tapi aku masih nyaman dengan kesunyian ini
Dan lebih suka meninggalkan malam di pagi hari
Menemani para nyamuk berpesta darah tubuhku, ya berbagi itu memang indah bukan?
Hmm... hening sejenak tak tau lagi apa yang harus dilakukan
Arrrggh.. Sungguh hingga detik ini ide itu masih melayang-layang tak beraturan
Sudahlah mungkin harus ku terima ajakan si ranjang
Dan membiarkan gajah bersantai dimataku untuk terus membuat ku terlelap
Selamat Tidur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar