Suatu hari dalam satu tahun pasti saja ada angka-angka cantik. Tahun ini angka satu jadi dominan, 01.01.11 atau 11.11.11. Ada yang memilih untuk menjadikannya hari pernikahan, jadian, melahirkan, melamar, dan saya tidak dapat mendapatkan hal-hal itu.
Melahirkan? Suami saja belum punya. Dilamar? Menikah? Sama siapa? Jodoh saya masih senang bersembunyi dengan waktu. Jadian? Sama siapa pula? Tidak ada yang sedang dekat, jika ada pula pun itu memang ada tapi saya menghindari, tidak mau dengan pria yang sudah punya pasangan, ya walau bukan pasangan hidup dan janur kuning belum melengkung, sedapat mungkin saya tidak akan--jatuh--cinta. Pun Tuhan masih melindungi saya dari cap yang buruk.
Tapi sesuatu yang indah bukan hanya pada tanggal segitu, bukan? Saya setiap hari selalu mendapatkan kehangatan dan perhatian, dari anak-anak dibawah 11 tahun. Pekerjaan saya, walau hanya sebagai guru tapi selalu mendapat perhatian, pelukan, walau kadang saya memang harus tegas terhadap anak yang malas. Setidaknya ini semua buat saya belajar menghadapi keluarga kecil nantinya.
Menikah? Siapa sih yang tidak ingin menikah, tapi saya belum ingin sekarang. Masih banyak yang harus saya tuntaskan, saya persiapkan. Jikapun saya pernah berucap pada (mantan) pacar saya, "aku tidak sabar ingin segera menikah denganmu." Lalu mulai membicarakan hal-hal indah setelah itu, abaikan saja, jangan dianggap serius lalu membuatmu--pacar-saya-kelak--tertekan karena merasa diburu-buru. Karena kalimat itu hanya kalimat pengganti "aku ingin bersamamu, selamanya. Itu saja."
Tanggal cantik katanya lebih mudah diingat nantinya. Tapi bagi saya semua tanggal cantik, semua tanggal jadian dan putus dengan (mantan) pacar saya saja masih ingat--karena memang kurang dari 5 jari tangan. Siapa sih yang gak kan ingat dengan hari bersejarah dalam hidup? Tapi siapa pula yang gak pengen punya sesuatu yang unik? Menambah suatu hal untuk dikenang bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar