Panas terik tak juga hentikan ku melangkah menuju senja pantai nan indah
Sebab aku merindukan oase, itu saja. Namun selalu fatamorgana semata
Angin tak lagi sekadar perlahan, pun pasir tak lagi sekadar menghalangi pandangan
Perih, mataku berair. Kemarau yang tak kunjung berakhir
Batangbatang kesepian saling beradukan, melambai sendu kesakitan.
Sekali lagi ku katakan "ini tak kan hentikan ku melangkah", perjalanan menyedihkan diantara hatihati semu
Demi kamu, seseorang yang berada diujung pantai senja itu; menungguku sedari dulu tanpa ragu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar