Lagi-lagi malam ini saya sendirian di rumah. Sudah 2 hari Ayah dan Ibu tak ada kabar setelah pamit pergi ke Sukabumi. Mereka pergi setelah mendapat kabar dari Om Adi bahwa nenek sedang sakit keras. Nenek tinggal bersama Om Adi, satu-satunya adik dari Ibu. Nenek yang dijaga oleh Om Adi tidak mau pindah ke rumah tinggal bersama Ayah, Ibu dan saya. Katanya tidak mau merepotkan Ibu dan Ayah serta banyak kenangan di kampung tersebut yang membuat nenek enggan pindah ke rumah kami.
Sudah 2 hari Ayah dan Ibu tidak ada kabar, saya khawatir. Terakhir saya mendapat telepon bahwa mereka baik-baik saja dan nenek pun sudah membaik. Ayah dan Ibu berhasil membujuk Nenek dan Om Adi untuk tinggal bersama, di rumah ini. Mereka akan kembali 3 hari kemudian, yang berarti besok.
Namun sekarang aku khawatir, ‘mengapa mereka tidak ada kabar?’, ‘Apa karena telepon genggam ini tak lagi berfungsi atau sebaliknya?’,‘apa di sana tak ada sinyal?’, ‘apa karena mau memberi kejutan?’ Semenjak semalam tak ada satu pun sms dan telepon yang masuk.
Semalam saat sebelum saya tertidur pulas semua baik-baik saja. Hanya kini entah kenapa di sini sedikit beraroma gosong. Sialnya malam ini listrik di rumah mati. Saya tidak bisa melihat apa-apa, termasuk badan saya sendiri. Orang-orang di sekitar rumah pun tumben tidak ramai seperti semalam. Sepertinya semalam ada kejadian karena saat tidur saya sayup mendengar mereka berbicara. Entah apa yang mereka bicarakan, “ketabrakan..” atau “kebakaran..” entahlah tidur saya terlalu pulas untuk mendengar itu. Dan saya masih khawatir menunggu hari esok. Semoga besok membaik.
tema#13 Rumah
#15HariMenulisBlog
Tidak ada komentar:
Posting Komentar