Halaman

Minggu, 09 Januari 2011

Gue dan sahabat (Deby Nidya Putri)


Gue punya teman seperjuangan yang mau menggila bersama. Perkenalkan ini adalah Deby Nidya Putri, usia 22 tahun kurang 2 minggu saat gw tulis tulisan ini, tinggi 170 beratnya gue lupa hehe (pokoknya ideal menuju kurus). Jurusan Agronomi yang sekarang berubah menjadi Agroekoteknologi. Ya, dia dari fakultas pertanian. Mahasiswi yang sibuk di awal tahun kuliah dan tidak begitu sibuk diakhir tahun kuliah. Satu kuliah dengan gue, satu kosan dengan gue, satu daerah tempat tinggal dan kita dipertemukan dalam satu bus. Ya sampai urusan percintaan kita masih satu a.k.a single. (-_-“)

Dia senang banget dijailin, dikata-katain, dan diledekin malah gue pernah bikin dia nangis (*ups), dalam istilah gue sih itu namanya dianiaya. Sumpah baik banget temen gue yang ini. Jarang banget marah, dimasa-masa sulitnya aja masih bisa ketawa walau sebenernya dia pengen nangis. Kaya misalnya waktu gue bilang

“bie, gue punya lagu yang liriknya cocok sama lo” kata gue yang ada di atas kasur dengan lapzernya
Temen gue itu langsung antusias loncat dari kasur gue dan bergegas cari kacamatanya yang ada dikasurnya.

“bentar nae, gue cari kacamatanya dulu” katanya sambil ngubek-ngubek kasur dan langsung buru-buru kembali ke kasurku. Tapi karena pada saat itu nina (teman kosan gue yang lain) sedang mengepel dia bilang

“nina maaf ya....” *GUBRAK*
Tiba-tiba temen gue (isna) tawanya meledak dan nina hanya bengong

“Aduuuuuhhhh...” teriak deby

Gue langsung nengok ke TKP. Ya dia jatuh dengan posisi miringnya. Hahaha
Beneran deh kita ga da yang langsung bantuin dia bangun tapi malah ngetawain dia dan alhasil dia malah ikut ketawa tapi sambil nangis karena kesakitan. Dan ternyata karena terpelesetnya dia, badannya sakit juga kakinya terdapat memar.

Lain cerita kalau kita sama-sama pengagum keindahan, ga hanya pemandangan, namun ciptaan Tuhan lainnya yaitu PRIA. Kita bisa aja jadi ngelakuin hal-hal aneh seperti mandangin seorang cowok dari kejauhan sambil bisik-bisik trus ujungnya ngikik (aduh kesannya ko kaya cewek kesepian gini) hehehe. Atau disaat bus sedang memutarkan lagu-lagu jadul, kita jadi nyanyi berbisik (karena klo nyanyinya kenceng kita malu :p)

Dalam keadaan macet pun kita ga ngerasa bete karena ada aja yang seru, awanya sih dia diem aja gara-gara bete dengerin lagu daerah di bus tapi ga ngerti, ya tapi karena hebohnya gue yang duduk disamping dan mengganggu dia di sisi jendela melamun

“cie lagi mandangin siapa tuh..” kata gue iseng

“diem akh nae”
Tiba-tiba saat macet kita berpas-pasan dengan truk yang isinya bapak-bapak

“cie deby, lagi tatap-tatapan sama kenek truk ya...” kata gue sambil ngikik dan ga sadar para penumpang truk itu melihat kita dan alhasil mereka melempar senyum dan lambaian ke kita

“O..o... keneknya melambai-lambai” kata gue yang ngikik sambil bersembunyi kekekeke~

“sial lo nae abangnya jadi senyam senyum ke gue” sambil buang muka dari pandangannya
Dan aku hanya tertawa pelan disampingnya.

Berasa selalu jadi aneh bila bersama dia, ya sahabat, seseorang yang membuat aku menjadi diri sendiri dan tak malu untuk menertawakan diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar