Sayang,
Akhirnya aku bisa mengucap kata itu padamu. Tanggal 24 Januari ini kita menamai suatu hubungan kita, ya Pacaran. Sebagai kekasih yang saling mengasihi. Mencoba berjalan menuju akhir dari sebuah cerita, bagamana selalu mengukir kisah-kisah indah (katamu), bagaimana memunculkan pelangi ditiap harinya (kataku), dan bagaimana cara menjaga langit selalu ada (katamu). Antara percaya dan tidak percaya aku dan kamu bisa menjadi kita. Sebuah pertemuan diantara kata-kata yang tak pernah dikira menjadi pertemuan indah kita. ;)
Sayang,
Kamu yang membuatku jatuh cinta tiap hari walau kata itu belum sempat terucap oleh mulutmu. Aku selalu menikmati desiran hangat menyenangkan dengan sedikit pilu yang masih ada karna pada saat itu aku masih bukan siapa-siapa dirimu. Ya aku menikmatinya walau selalu merasa sakit karna takut kau hanya merasakan hal yang biasa atau cemburu dengan kedekatanmu dengan temanmu, hingga aku slalu mengira-ngira, ya mungkin kedekatanku dengan mu itu biasa saja :(
Sayang,
Kamu selalu buatku tertawa, entah karna tingkah konyol atau candaan-candaanmu. Sayang, kamu pernah ikutan audisi pelawak itu ya? Hihihi... melihat wajahmu saja sudah membuat lekungan senyum padaku, terlebih apabila kamu sudah memainkan mimik isengmu dengan kumis lelemu itu, dasar konyol, tapi aku sayang kamu.
Sayang,
Aku semakin merasa dekat adalah pada saat kita mengobrol di downtown walk, berbicara tentang apapun sambil mentautan tangan kita. Atau hanya saling tatap di depan layar monitor. Entah apa yang dibicarakan mata kita saat itu, tapi jantung terus berdetak cepat saat itu. Ya, akhirnya aku hanya menutup wajah malu. :p
Wahai kekasihku, hari ini ku titipkan hatiku untukmu dan selalu berusaha untuk selamanya. Mencoba yang terbaik untukmu. Aku sayang kamu, seseorang yang masih berperut onepack, pipinya yang selalu ingin kucubiti, kumis lele yang menjadi andalannya, pencipta sajak indah, dan yang selalu ku panggil Mbulku.
-Pacarmu
*surat cinta pertama aku untuk kamu, mbul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar