Halaman

Selasa, 11 Januari 2011

Cerita Langit dan aku


Langit, kamu tahu setiap hari aku menatapmu, betapa irinya aku melihat dirimu memiliki keindahan, kamu punya segalanya. Bintang, bulan, awan, matahari, hujan, pelangi dan benda langit lainnya. Temanmu banyak, dan mereka setia padamu :) 

Hmm langit, terkadang aku menyebutmu labil, hei hei aku becanda. Hanya saja ku berkata seperti itu karena keadaanmu. Ya keadaanmu yang kadang membuatku terasa hangat oleh matahari dan awannya yang sedikit murung. Atau kadang tiba-tiba hujan yang membawa badai yang buatku resah semakin jadi. Terlebih saat gemuruh petir mengolok-olok aku, mengejeki ku dengan bisikan-bisikanya pada dirimu, hujan, dan awan mendung. Entahlah apa yang dia bicarakan. Tapi hati terasa semakin galau :(

Bicara mengenai bagianmu itu si hujan. Ya terimakasih, pernah kau kirimkan hujan padaku disaat rindu semakin menjadi, luka mengerak, seperti tanah yang retak akibat kekeringan. Kau utus hujan untuk mendamaikan ku, kau hiasi sesudahnya dengan pelangi. Tapi langit, pelangimu sesaat, tak juga selalu datang.

Langit, aku penyuka malammu, kita selalu becanda disaat malam hingga larut, bintangmu pun selalu menggoda, ih dia genit ya hehe.. dia selalu buatku tersapu-sapu eh maksudnya tersipu-sipu malu hehe.. ternyata kamu dan bagianmu itu memang paling bisa ya. :">

Oh iya, masih ingat saat bagianmu ya si bintang menjelma turun ke bumi menjadikanmu seseorang yang ku temui. Aku tersenyum meledek ke bulan, dia sendirian di langit. Saat ku bilang seperti itu kau malah tersenyum. Manis.. yah tapi hmm sayangnya kamu tak kuat lama-lama di bumi, kamu memerah, berair, sakit dan memilih untuk pulang. Lalu tak lama setelah kamu pulang turunlah hujan. Wah parahnya.. hehe.. :D

Langit, maaf ya akhir-akhir ini aku selalu membuat awanmu murung. Ya aku selalu mencurahkan kisah ku padanya, hmm tentangku dan sedikit banyak juga tentangmu hehe. Terkadang bercerita sendiri membuatku menangis, ya sampai-sampai awan tak mampu membendung pula tangisannya karena sedih mendengar curhatku atau lelah karena mendengar curhatku yang tak henti hehe.. Setiap malam awan selalu menemaniku. Maka dari itu tiap malam dia tak terlihat, dia selalu menghampiri kamarku. Ternyata ada bagian darimu ya langit yang melankolis, itutuh si awan :p

Langit, semoga persahabatan kita terus terjalin ya. Mungkin kita saling kagum tak menutup kemungkinan akan bertemu lagi dengan jelmaan bintangmu itu atau sedikit harapan ada yang terjadi disitu hehe...
LANGIT, terimakasih.


  • Teruntuk LANGIT yang pernah menjelma untuk menemuiku dan merubah namanya dengan meleburkan huruf  diawal lalu memunculkan huruf baru ditengahnya ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar