Halaman

Kamis, 16 Desember 2010

Day #29 (Mungkin) Dedaun Tak Setia

Angin bertiup kencang beserta gerimis.
Menghempas dedaun kuning dipungut peri.
Meninggalkan sang pohon tua sendiri.

Dedaun menari bersama angin
Bergembira diterbangkan peri
Menuju langit tak berdinding

Tak sadar tujuan langit hampa.
Angin tak ada disana.
Peri melepas genggaman.

Dedaun tak bersayap
Jatuh mati karna tak setia.
Sang Pohon hanya menatap iba

4 komentar:

  1. Mirna, daun memang nggak setia sama pohon. Soalnya dia setia sama musim ... ;)

    BalasHapus
  2. itu sudah resiko
    daun pergi agar pohon dapat kembali bernafas
    mengganti kehidupan tanpa meminta balas
    tak butuh angin
    tak butuh peri
    yang ia butuh hanya tanah empuk yang setia menanti
    tempat dimana ia dapat tumbuh berarti
    kembali mencipta pohon agar dibuatnya terurai lagi

    --
    angin, pohon, peri, dan daun jatuh?

    BalasHapus
  3. @ sundea : iah penganalogian seseorang beda2, maklum masih belajar membuat rangkaian kata hehe
    mohon bantuannya ya
    *nunduk bungkuk ala jepang
    hehe

    BalasHapus
  4. Anonim

    -----
    iah sepertinya judul'a harus itu ya? hehe
    besok hari terakhirku ni :)

    BalasHapus