Langit membolongi dirinya
Terik tak lagi terasa membakar
Penari jalanan di kala lampu merah
Melenggak lenggok pinggul bergoyang
Topeng tebal berwarna menghias
Namun kerut tak membohongi waktu
Kulit tak lagi muda nan lesu
Tak menghalau semangat
Sungguh Kau wanita penari jalanan
Tak pernah kenal lelah
Di penghujung usia terus berjuang
Demi keluarga yang menunggu diisi perutnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar