Halaman

Rabu, 01 Desember 2010

Day #14 Matamu


Sekejap lidahku membatu
Mengingkari mataku yang berkata jujur
Biarlah sahabatku puisi yang mengaku:
Sungguh mata di balik lensa kacamata itu
Mata yang bisa mengunci dunia dalam bisu

Namun, kini matamu telah berlalu
Meninggalkan aku seperti orang buta
Meraba birunya pagi dan merahnya senja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar