Angin bertiup kencang beserta gerimis.
Menghempas dedaun kuning dipungut peri.
Meninggalkan sang pohon tua sendiri.
Dedaun menari bersama angin
Bergembira diterbangkan peri
Menuju langit tak berdinding
Tak sadar tujuan langit hampa.
Angin tak ada disana.
Peri melepas genggaman.
Dedaun tak bersayap
Jatuh mati karna tak setia.
Sang Pohon hanya menatap iba
Mirna, daun memang nggak setia sama pohon. Soalnya dia setia sama musim ... ;)
BalasHapusitu sudah resiko
BalasHapusdaun pergi agar pohon dapat kembali bernafas
mengganti kehidupan tanpa meminta balas
tak butuh angin
tak butuh peri
yang ia butuh hanya tanah empuk yang setia menanti
tempat dimana ia dapat tumbuh berarti
kembali mencipta pohon agar dibuatnya terurai lagi
--
angin, pohon, peri, dan daun jatuh?
@ sundea : iah penganalogian seseorang beda2, maklum masih belajar membuat rangkaian kata hehe
BalasHapusmohon bantuannya ya
*nunduk bungkuk ala jepang
hehe
Anonim
BalasHapus-----
iah sepertinya judul'a harus itu ya? hehe
besok hari terakhirku ni :)