Halaman

Kamis, 31 Maret 2011

Rindu Berulang

Saat ini aku merasakan rindu teramat sangat..
Jeda ini memang indah, indah karena membuatku makin sayang denganmu.

Aku rindu pada pagi yang selalu ku tunggui saat malam
Karena pagi akan mengantarkan ku pada suara manjamu, lelakiku

Aku rindu pada siang jeda ku menggapai malam
Karena siang mengantarkan (sms)mu untuk sekedar bertanya atau mengingatkanku makan :)

Aku rindu pada malam
Karena ia akan mengembalikanmu dari sang hari.
Berbincang sejenak tentang hari
Lalu membuatmu terlelap
Namun aku masih terjaga
Karna terus mendambamu
Begitu seterusnya, kembali berulang. Mencintaimu..

Selasa, 29 Maret 2011

Aku dan Malaikatku

Bertemu malaikat..
Menghampiri diam-diam
Dibalik gelap terselimuti misteri
Berjalan ia sendiri

Tetiba ia bercahaya
Menerangi lorong gelap
Menyelusuri tangan bertautan
Apa ia malaikat penyelamat?

Sayangnya malaikatku tak bersayap
Tak ingin terbang katanya
Belum bisa mengajakku
Belum bisa menjagaku
Belum bisa memelukku melesat terbang
Belum bisa memperlihatkan indahnya
Indahnya pemandangan diantara langit biru dan awan bearak

Maafkan aku Tuhanku,
Malaikat yang Engkau kirimkan belum mampu mengantarku padaMu
Tapi terimakasih, telah kau kirimkan dia
Ku harap suatu saat ia mampu kepakan sayapnya
MenujuMu, bahagia menyertainya
Semoga selamanya menua bersama


Rabu, 23 Maret 2011

Menanti

Menyalahkan diri
Memandang fatamorgana

Jangan terlalu tergesa, hati.
Selalu menganggap semua berarti
Padahal tak juga kamu mengerti.

Semua butuh adaptasi
Hingga kamu terbiasa menanti
Suatu hal indah yang disebut cinta sejati.

Kamis, 27 Januari 2011

Miss Galau (katanya)


            Mereka bilang saya ini “Miss Galau”, katanya karena sering ngetweet galau. Sebenarnya enggak bermaksud galau juga tapi sedang berlatih sajak. Ya mau bagaimana lagi udah di jelasin tetap aja mereka ngasih gelar saya “Miss Galau”. Aslinya emang sering galau juga sih ya kadang karena ketularan, kadang karena mantan, kadang karena kelamaan ngejomblo juga, eh. Atau dari hal-hal kecil, ya alhasil jadi penggalau yang konsisten, tukang khayal, berilusi hingga hati kacau.
           Mungkin saya memang punya bakat galau. Jadi ingat pembicaraan dengan @tuannico, saya berbicara tentang awan dan langit, lalu saya bilang kalau saya pernah mewarnai awan dengan warna hitam saat lomba mewarnai tingkat TK di masjid istiqlal. Kalau kata tuan nico itu saya Keren!! galaunya udah dari kecil. Dan saya pun—dan mungkin kalian—bertanya, dimana letak galaunya. Menurut tuan nico, dimana saat anak-anak kecil lebih suka mewarnai awan dengan warna polos atau biru, maka titik galaunya itu kamu yang beda sendiri, awannya mendung = galau—jengjeng, dan mungkin ini salah dua saya menjadi penggalau
          Plus ada satu cerita lagi, saat saya merasa berbeda mendengar cerita ibu saya, "Dulu kamu lahir tuh enggak nangis, untung dokternya bisa buat kamu nangis, kalau gak nangis-nangis juga kamu mungkin sekarang ya gak ada di sini."
         Mendengar hal itu saya merasa keren karna berbeda dengan yang lain, dan suatu hal yang patut disyukuri dan juga diceritakan—loh? Iya, iya saya cerita kepada teman-teman saya, bukan hal takjub yang mereka perlihatkan malah
         "Ya ampun sejak lahir pun lo udah galau, bayi yang lain nangis, lo masih bingung mau nangis bagaimana, pantes aja lo mau move on aja masih bingung."
            “HEH!!” Kalian tuh enggak kasian apa ya sama orang-orang jomblo. Udah sendirian, di-bully, kesepian, tukang khayal, fakir asmara. Kasiani kami wahai orang-orang di luar sana.
            Galau itu artinya bimbangkan? Bingung gimana gitu. Ya jadi wajarlah kami—para jomblo—bingung mau berbagi sama siapa setiap kegundahan hati.
            “Aku berlari ke hutan kemudian dikira orang utan. Aku berlari ke pantai kemudian tenggelamku. Sepi, sepi dan sendiri aku benci. Hanya dibawah shower aku bisa menangis.”
            Jadi biarkan saja kami menggalau di twitter, di facebook atau mungkin agar tak merasa diganggu kami menggalau di Friendster. Sudah biarkan saja, jangan diganggu, jangan. Kecuali mau jadi sandaran saat dia sedih. Apalagi jadi sandaran hidupnya.



postingan lama di blog saya yang tak pernah ditengok
24 Juli 2011

Senin, 24 Januari 2011

24 Januari 2011, 02:45:46

Sayang,
Akhirnya aku bisa mengucap kata itu padamu. Tanggal 24 Januari ini kita menamai suatu hubungan kita, ya Pacaran. Sebagai kekasih yang saling mengasihi. Mencoba berjalan menuju akhir dari sebuah cerita, bagamana selalu mengukir kisah-kisah indah (katamu), bagaimana memunculkan pelangi ditiap harinya (kataku), dan bagaimana cara menjaga langit selalu ada (katamu). Antara percaya dan tidak percaya aku dan kamu bisa menjadi kita. Sebuah pertemuan diantara kata-kata yang tak pernah dikira menjadi pertemuan indah kita. ;)

Sayang,
Kamu yang membuatku jatuh cinta tiap hari walau kata itu belum sempat terucap oleh mulutmu. Aku selalu menikmati desiran hangat menyenangkan dengan sedikit pilu yang masih ada karna pada saat itu aku masih bukan siapa-siapa dirimu. Ya aku menikmatinya walau selalu merasa sakit karna takut kau hanya merasakan hal yang biasa atau cemburu dengan kedekatanmu dengan temanmu, hingga aku slalu mengira-ngira, ya mungkin kedekatanku dengan mu itu biasa saja :(

Sayang,
Kamu selalu buatku tertawa, entah karna tingkah konyol atau candaan-candaanmu. Sayang, kamu pernah ikutan audisi pelawak itu ya? Hihihi... melihat wajahmu saja sudah membuat lekungan senyum padaku, terlebih apabila kamu sudah memainkan mimik isengmu dengan kumis lelemu itu, dasar konyol, tapi aku sayang kamu.

Sayang,
Aku semakin merasa dekat adalah pada saat kita mengobrol di downtown walk, berbicara tentang apapun sambil mentautan tangan kita. Atau hanya saling tatap di depan layar monitor. Entah apa yang dibicarakan mata kita saat itu, tapi jantung terus berdetak cepat saat itu. Ya, akhirnya aku hanya menutup wajah malu. :p

Wahai kekasihku, hari ini ku titipkan hatiku untukmu dan selalu berusaha untuk selamanya. Mencoba yang terbaik untukmu. Aku sayang kamu, seseorang yang masih berperut onepack, pipinya yang selalu ingin kucubiti, kumis lele yang menjadi andalannya, pencipta sajak indah, dan yang selalu ku panggil Mbulku.


-Pacarmu


*surat cinta pertama aku untuk kamu, mbul 

Selasa, 11 Januari 2011

Cerita Langit dan aku


Langit, kamu tahu setiap hari aku menatapmu, betapa irinya aku melihat dirimu memiliki keindahan, kamu punya segalanya. Bintang, bulan, awan, matahari, hujan, pelangi dan benda langit lainnya. Temanmu banyak, dan mereka setia padamu :) 

Hmm langit, terkadang aku menyebutmu labil, hei hei aku becanda. Hanya saja ku berkata seperti itu karena keadaanmu. Ya keadaanmu yang kadang membuatku terasa hangat oleh matahari dan awannya yang sedikit murung. Atau kadang tiba-tiba hujan yang membawa badai yang buatku resah semakin jadi. Terlebih saat gemuruh petir mengolok-olok aku, mengejeki ku dengan bisikan-bisikanya pada dirimu, hujan, dan awan mendung. Entahlah apa yang dia bicarakan. Tapi hati terasa semakin galau :(

Bicara mengenai bagianmu itu si hujan. Ya terimakasih, pernah kau kirimkan hujan padaku disaat rindu semakin menjadi, luka mengerak, seperti tanah yang retak akibat kekeringan. Kau utus hujan untuk mendamaikan ku, kau hiasi sesudahnya dengan pelangi. Tapi langit, pelangimu sesaat, tak juga selalu datang.

Langit, aku penyuka malammu, kita selalu becanda disaat malam hingga larut, bintangmu pun selalu menggoda, ih dia genit ya hehe.. dia selalu buatku tersapu-sapu eh maksudnya tersipu-sipu malu hehe.. ternyata kamu dan bagianmu itu memang paling bisa ya. :">

Oh iya, masih ingat saat bagianmu ya si bintang menjelma turun ke bumi menjadikanmu seseorang yang ku temui. Aku tersenyum meledek ke bulan, dia sendirian di langit. Saat ku bilang seperti itu kau malah tersenyum. Manis.. yah tapi hmm sayangnya kamu tak kuat lama-lama di bumi, kamu memerah, berair, sakit dan memilih untuk pulang. Lalu tak lama setelah kamu pulang turunlah hujan. Wah parahnya.. hehe.. :D

Langit, maaf ya akhir-akhir ini aku selalu membuat awanmu murung. Ya aku selalu mencurahkan kisah ku padanya, hmm tentangku dan sedikit banyak juga tentangmu hehe. Terkadang bercerita sendiri membuatku menangis, ya sampai-sampai awan tak mampu membendung pula tangisannya karena sedih mendengar curhatku atau lelah karena mendengar curhatku yang tak henti hehe.. Setiap malam awan selalu menemaniku. Maka dari itu tiap malam dia tak terlihat, dia selalu menghampiri kamarku. Ternyata ada bagian darimu ya langit yang melankolis, itutuh si awan :p

Langit, semoga persahabatan kita terus terjalin ya. Mungkin kita saling kagum tak menutup kemungkinan akan bertemu lagi dengan jelmaan bintangmu itu atau sedikit harapan ada yang terjadi disitu hehe...
LANGIT, terimakasih.


  • Teruntuk LANGIT yang pernah menjelma untuk menemuiku dan merubah namanya dengan meleburkan huruf  diawal lalu memunculkan huruf baru ditengahnya ;)