Halaman

Sabtu, 14 Januari 2012

Kangen Mantan Unite

Kangen Mantan Pacar

Rintik hujan kembali mengingatkanmu. Seorang yang selalu istimewa, mantan pacar terindah.

Tanggal 14 Januari ini genap kita sudah 1 tahun bermantanpacaran. Suatu hal yang selalu kurindukan bisa terus bersamamu. Bagaimana tidak? Setiap scene ketidakbersamaan kita selalu saja terputar. Bagian dimana kamu menyisihkan kulit crispy ayam kesukaanku tanpa diminta lalu menyuapinya. Bagian dimana kamu memaksaku untuk makan sayuran yang tidak ku suka hingga membuatku suka. Bagian dimana sate ayam 6 tusuk dengan nasinya habis karena kamu yang menyuapinya padahal aku bilang 2 tusuk saja sudah membuatku kenyang atau saat aku kedinginan lalu kamu memelukku atau pula saat kita tertawa bersama. Aku kangen kamu, mantan pacarku.
Aku pikir ketidakbersamaan kita membuat orang-orang iri. Kamu ingat, mantanpacarku? Pandangan mereka kepadaku seakan bahwa aku adalah orang yang tidak beruntung. Semenjak aku tidakmendapatkanpenggantimu orang-orang bilang aku menjadi seseorang yang penuh kasih(an), menjadi sangat tidak lembut.

Hari ini mari kita tiup lilin 1 tahun bermantanpacaran. Jadikan hari ini spesial untuk kamu(false) juga aku. Suatu ken(angan) yang tak kan terlupakan dan menjadi sebuah momen bahwa aku tidak sendirian.





******************************************************************************



"The life won't go on if you not move on"
***
Ku pandangi langit yang sedang tidak bersahabat dari sisi kanan jendela bus. Bus yang menghatarkanku dari kampus menuju kota tempat tinggalku. Ku rogoh telepon genggam di dalam tas ku. Memandangi foto yang menjadi wallpapernya, aku dan Radith.

Hampir genap satu bulan aku bersamaanya. Akhirnya, setelah 2 tahun aku berpisah dengan Agra, aku dipertemukan dengan Radith oleh Tuhan. Ya yang tidak bisa persis dengan Agra. Sebenarnya  Agra tampilannya biasa saja, seorang pria berkacamata, pintar, pekerja keras namun tetap romantis. Dia tidak tampan tapi dia manis. Diaa punya pipi chuby dan kumis seperti tukul haha..

Lamunanku terbuyarkan saat kudapati telepon genggamku bergetar, ku lihat layar telepon genggamku ternyata sms dari Radith.

"Sayang, disini masih hujan. Kalo hujannya gak berhenti-berhenti aku gak bisa jemput kamu. Maaf ya cinta."

Aku  hanya mematikan layar telepon genggamku setelah membaca sms Radith. Dia tidak pernah mau berkorban, beda dengan Agra. Keluhku dalam hati. Ku pandangi kembali jendela bus yang kini sudah berembun. Memandangi jalan dan lamunanku kembali pada Agra. 2 tahun tanpa Agra, apa kabar ya dia?
Aku ingat setiap puisi-puisi yang ia buat untukku. Apakah ia masih mengingatnya? Mengingat tiap getaran rasa perdetiknya saat ia buatkan itu semua? Video tentang pernyataan perasaannya kepadaku pun aku masih menyimpannya. Foto-foto kebersamaannya pun aku masih menyimpannya. Walau tiap tetes air mata menjadi saksi bisu betapa ku merindukannya.

Aku kangen kamu, gra. Aku tahu aku salah bila hingga kini aku belum memenuhi permintaanmu, untuk move on. Hidupku masih berputar dengan kamu pada porosnya. Doakan aku, semoga Radith bisa menarikku keluar dari gravitasimu. Semoga.


tulisan untuk meramaikan #kangenmantanunite

Tidak ada komentar:

Posting Komentar