Halaman

Sabtu, 31 Desember 2011

Maaf

"Aku rindu mencintai seseorang dengan bebas dan aku rindu dicintai seseorang dengan hanya aku yang kamu inginkan."

***
Sejenak, Raisa berhenti berjibaku dengan tumpukan berkas tugas, memandang memelas terhadap kertas-kertas. Namun tiba-tiba Aldo lewat membawa kertas manila yang masih menggulung dan memukul kepala Raisa.

"Aduh..." keluh Raisa sambil mengusap kepalanya. Namun Aldo berlalu tanpa merasa bersalah.

"Nyebelin kamu, Do." Aldo yang memasang tampang tak bersalah langsung duduk santai di meja kerjanya yang tepat di belakang meja kerja Raisa. Dan Raisa kembali mengerjakan pekerjaannya.

Raisa yang baru lulus dan bekerja di selama 6 bulan di Perusahaan tersebut mempunyai partner kerja sebaya diantara para pegawai di perusahaan yang rata-rata sudah menikah. Aldo, pria tinggi tegap dan wajah bisa dikategorikan tampan ini juga pegawai baru, baru lulus dan baru bekerja. Hobinya mengganggu dan menggoda Raisa.

Sesaat konsentrasi Raisa dibuyarkan oleh Hp Raisa yang bergetar di atas meja kerjanya. Pesan pendek itu muncul dilayar hp Raisa hanya berisikan "Sayang kamu, muah.." dan Raisa hanya menanggapi datar, dia tahu siapa si pengirim yang tidak lain adalah Aldo. Raisa sudah biasa mendapati sms yang tidak jelas dari Aldo.
"Heh, kalo sayang beneran gimana?" Balas sms Raisa. Tanpa menunggu lama Aldo pun membalas.
"Biarin, emang aku sayang jadi mau digimanain lagi." Raisa hanya menoleh ke belakang dan mencibir.

Sesuatu yang tidak mungkin menurut Raisa jika Aldo menyukainya, karena Aldo sudah memiliki pasangan dan menjalin hubungan hampir 3 tahun.

***

"Aku ke rumahmu ya?" Sms di malam minggu dari Aldo. Raisa mengerutkan keningnya, "mau ngapain ya dia" pikirnya.

"Aku udah di gang rumahmu nih, rumah kamu di yang mana ya?" Smsnya lagi. Raisa pun keluar dari Rumah, lalu terlihat Aldo dengan motor sportnya tersenyum.

"Ih, kamu apa-apaan sih malam minggu ke sini? Bukannya sama pacarnya"

"Biarin dong, mungkin awal pendekatan hehehe.." jawab Aldo dengan cengirannya.

"Heh.." Raisa memukul manja Aldo tapi tetap mempersilahkan Aldo duduk. Mereka bercakap-cakap tentang pekerjaan, curhat tentang kehidupan dan juga tentang mantan-mantan dan pacarnya Aldo. Entah mengapa saat Aldo bercerita tentang pacarnya ada sesak yang menghampirinya seakan oksigen di terasnya habis oleh polusi-polusi angan yang terlarang.

***

"Ah aku senang banget malem ini bisa ngobrol denganmu, kamu tahu tidak? Kakiku tadi lemas pas turun dari motor. Kamu cantik malam ini." Sms Aldo setelah dari rumah Raisa. Ada rasa senang sekaligus sakit di dada.

"Iya, trimakasih. Aku tahu kamu memang sedang butuh teman ngobrol, makanya datangnya ke aku, huft." Balas Raisa.

"Hehehe... terima cinta juga boleh. Sayang kamu, minggu depan lagi ya." Lagi-lagi sms Aldo yang membuat Raisa bimbang. 'Dasar cowok aneh, belum nikah aja udah punya bakat poligami' bathin Raisa.

***

4 bulan berlalu, Aldo yang terus-terusan menggoda Raisa dan Raisa pun sudah mulai tak kuat dan meminta penjelasan Aldo. Suatu senja yang berubah malam di taman kota, Raisa dan Aldo duduk di bangku taman berdua,
"Do, hmm aku mau menanyakan sesuatu." Tanya Raisa ragu.

"Apa?" Sahut Aldo dengan senyum yang menggodanya

"Kita ini hubungannya kaya gimana sih? Sahabat bukan, pacar juga bukan. Perasaan kamu ke aku tuh gimana sih?" Tanya Raisa yang tatapannya terpaku pada rerumputan di taman sambil mengayunkan kaki ia menunggu jawaban Aldo.

"Hahaha.. aku sayang kok sama kamu." Jawab Aldo dengan tawa yang memecahkan keheningan.

"Aku serius, Do." Raisa menatap Aldo dengan mata memelas.

"Gini ya Raisaku sayang, aku suka hubungan ini, masalah apa yang terjadi di depan itu kita liat nanti. Yang perlu kamu tahu, aku sayang kamu, tapi aku gak mau kamu jadi pacar aku karena aku sudah milik Aina dan kamu tahu itu." Jawab Aldo yang masih saja tersenyum melihat langit yang di penuhi bintang.

"Jadi?" Tanya Raisa. Namun lagi-lagi Aldo hanya menatap Raisa tersenyum lalu mengalihkan lagi pandangannya pada bintang-bintang di langit. Aldo menarik napas dan menjawab

“Kamu sudah tahu jawabannya tanpa harus bertanya.”





Ditulis untuk hastag #CumaNaksirUnite @hurufkecil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar